Beranda / Daerah / Balai Kirti Telusuri Jejak HB IX, dari Jas hingga Catatan Harian

Balai Kirti Telusuri Jejak HB IX, dari Jas hingga Catatan Harian

Balai Kirti Telusuri Jejak HB IX, dari Jas hingga Catatan Harian

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Jas, tas kerja, kacamata, hingga catatan harian dapat menyimpan jejak perjalanan seorang tokoh bangsa. Benda-benda personal Sri Sultan Hamengku Buwono IX selama menjabat Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1973–1978 kini ditelusuri untuk melengkapi koleksi Museum Kepresidenan Balai Kirti di Bogor, Jawa Barat.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendukung upaya pengumpulan koleksi tersebut dan memberikan izin kepada pihak museum untuk menelusuri benda-benda peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang berkaitan dengan masa jabatannya sebagai Wakil Presiden RI. Penelusuran akan dilakukan untuk mengetahui koleksi yang masih tersimpan di lingkungan keluarga dan dapat melengkapi tata pamer baru museum.

“Kepentingannya memang itu, nanti kita cari benda yang terkait pada waktu (Sri Sultan Hamengku Buwono IX) menjabat sebagai wakil presiden,” ujar Sri Sultan saat menerima kunjungan Kepala Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan, Indira Estiyanti Nurjadin, Jumat (30/10) di Gedhong Wilis, Kompleks kepatihan, Yogyakarta.

Indira menjelaskan, permintaan koleksi tersebut merupakan bagian dari pengembangan tata pamer Museum Kepresidenan Balai Kirti. Museum yang berada di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor itu selama ini menampilkan perjalanan sejarah para Presiden Republik Indonesia. Melalui penataan ulang, museum akan memperluas cakupan pameran dengan menghadirkan kiprah para Wakil Presiden beserta pendampingnya.

“Kehadiran kami ini untuk meminta koleksi agar melengkapi tata pamer baru yang akan ada koleksi Wakil Presiden-Wakil Presiden,” kata Indira.

Untuk merepresentasikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX selama menjabat Wakil Presiden, pihak museum berharap dapat memperoleh benda-benda personal yang berkaitan dengan aktivitas beliau pada periode 1973–1978. Koleksi yang dibutuhkan antara lain jas, tas kerja, sepatu, kacamata, catatan harian, hingga bolpoin yang digunakan selama menjalankan tugas kenegaraan.

Benda-benda tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih dekat mengenai sosok Sri Sultan Hamengku Buwono IX di luar dokumentasi formal sejarah. Melalui koleksi yang memiliki keterkaitan langsung dengan tokohnya, pengunjung dapat mengenal kiprah salah satu tokoh penting dalam perjalanan kepemimpinan nasional melalui peninggalan yang merekam zamannya.

Proses revitalisasi tata pamer dijadwalkan mulai berjalan pada November 2026 dan ditargetkan rampung pada Januari 2027. Indira berharap tata pamer baru tersebut dapat mulai dibuka untuk publik pada awal tahun depan, dengan koleksi para Wakil Presiden melengkapi penyajian sejarah kepresidenan Indonesia di Museum Balai Kirti.

“Revitalisasinya akan dilakukan di bulan November dan insyaallah kami sudah mulai membuka tata pamer yang baru pada Januari 2027,” pungkas Indira.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *