UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Sebanyak 3.500 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Yogyakarta mengikuti Lomba Baris Berbaris (LBB) tingkat Kota Yogyakarta Tahun 2026 yang berlangsung di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Selasa (1/9).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Yogyakarta bersama Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Yogyakarta tersebut diikuti peserta dari tingkat SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA.
Lomba baris berbaris tidak sekedar menjadi ajang kompetisi antar sekolah, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan pelajar.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang rutin digelar setiap tahunnya.
Menurutnya, nilai utama dalam lomba baris berbaris bukan hanya terletak pada kemampuan peserta mengikuti gerakan dan instruksi, tetapi juga nilai karakter yang dibangun selama proses latihan.
“Di samping lomba itu menanamkan gerak dan instruksi, ada makna di belakangnya, yaitu bagaimana kita membangun kedisiplinan, keteraturan, dan cinta tanah air,” ujarnya.
Wawan berharap, nilai-nilai tersebut tidak berhenti ketika lomba selesai, tetapi dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan sekolah.
Pihaknya menilai para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi contoh atau role model bagi teman-temannya dalam menerapkan kedisiplinan dan pendidikan karakter.

“Harapan kami setelah lomba, nilai-nilai itu tetap terbawa dalam kehidupan sehari-hari maupun di kelasnya sehingga menjadi role model bagi teman-temannya. Pendidikan karakter seperti ini akan membuat Jogja semakin istimewa,” imbuhnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Agus Trimadi mengatakan, antusiasme sekolah terhadap kegiatan LBB terus meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam pelaksanaan tahun ini, tercatat sebanyak 101 pleton mengikuti lomba. Peserta terdiri atas 15 pleton dari SD/MI, 44 pleton dari SMP/MTs, serta 42 pleton dari SMA/SMK/MA. Setiap pleton beranggotakan sekitar 39 peserta sehingga total peserta mencapai sekitar 3.500 pelajar.
“Jumlah peserta dari tahun ke tahun selalu bertambah. Ini menunjukkan kegiatan ini menjadi daya tarik bagi sekolah, baik negeri maupun swasta, mulai dari tingkat SD hingga SMA dan SMK,” jelas Agus.
Menurutnya, baris berbaris memiliki nilai pendidikan yang penting bagi pelajar. Setiap gerakan yang dilakukan secara bersama-sama mengajarkan peserta untuk mendengar instruksi, mematuhi aturan, mengendalikan diri, menjaga konsentrasi, serta mengutamakan kepentingan kelompok.

“Baris-berbaris tidak hanya soal kaki yang melangkah serempak. Di balik setiap langkah ada latihan untuk mendengar, mematuhi aturan, mengendalikan diri, menjaga konsentrasi, dan menempatkan kepentingan kelompok di atas ego pribadi,” ungkapnya.
Agus menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pendidikan karakter dan kepemimpinan dalam pembinaan kepemudaan di Kota Yogyakarta.
Antusiasme peserta juga mendapat dukungan dari para orang tua. Salah satunya Ambar yakni wali murid peserta LBB yang mendukung keikutsertaan anaknya dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, putrinya yang bernama Anin, siswi kelas 4 SD di SD Lempuyangan 1 mulai mengikuti latihan sejak awal bulan Agustus. Latihan dilakukan setelah jam sekolah hingga sore hari.
“Anak ditanya siap dan katanya mau, jadi kami mendukung. Latihannya mulai awal Agustus, setelah jam sekolah sampai sore,” ungkapnya.
Ambar mengatakan putrinya merasa

senang dapat mengikuti lomba. Meski sempat merasa gugup, Anin bersama teman-temannya tetap berusaha tampil maksimal dan menjaga kekompakan pleton. “Senang dan puas dengan penampilannya. Anak-anak juga kompak,” katanya.
Ia berharap kegiatan LBB dapat terus diselenggarakan setiap tahun dan mendorong sekolah untuk menyediakan kegiatan ekstrakurikuler baris berbaris. “Harapannya ke depan ada ekstrakulikuler di sekolah, supaya anak-anak bisa berlatih lebih serius,” katanya.


