Home / Reportase / Jumlah Korban Keracunan MBG Bantul Naik Drastis

Jumlah Korban Keracunan MBG Bantul Naik Drastis

Bantul,REDAKSI17.COM – Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bantul kini makin jadi sorotan. Jumlah korban melonjak drastis, dari awalnya 15 orang menjadi sekitar 80 orang.

Puluhan siswa dari SMPN 3 Jetis dan SMP Muhammadiyah Pulokadang Jetis, termasuk beberapa guru, mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, hingga pusing setelah menyantap menu MBG—nasi, ayam bakar, sayur sawi, tahu goreng, dan semangka.

Situasi ini memicu pertanyaan besar: apakah sistem pengawasan dalam program MBG sudah benar-benar siap?

Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, menegaskan bahwa kejadian ini harus jadi bahan evaluasi serius, terutama terkait penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, SOP bukan sekadar formalitas di atas kertas, tapi menyangkut langsung keselamatan para penerima manfaat.

“Program MBG hadir untuk meningkatkan status gizi, bukan justru menimbulkan dampak negatif.”

Ia juga menekankan, SPPG tidak boleh hanya berperan sebagai penyalur makanan. Lebih dari itu, mereka harus aktif memastikan kualitas makanan tetap aman hingga dikonsumsi, sekaligus memberi edukasi gizi kepada siswa.

Saat ini, BGN DIY masih melakukan penelusuran untuk mencari penyebab pasti kejadian ini. Sementara itu, pemerintah daerah berjanji akan memperketat pengawasan agar program MBG tetap berjalan sesuai tujuan—menyehatkan, bukan membahayakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *