Sekitar tahun 1522, Kerajaan Sunda Pajajaran memberikan Tanah di Kalapa untuk Portugis, dan juga memberikan Upeti kepada Raja Portugis, Prasasti dan surat perjanjian tentang hal ini masih ada sampai sekarang.
Sejak tahun 60an, banyak “Budayawan” Sunda memberikan teori motif kerjasama ini, yaitu untuk membendung Ancaman kekuatan Demak, jadi seakan-akan men-justifikasi Surawisesa yg menjadi “antek” Portugis.
Apa Alasan utama Surawisesa menjadi “Antek” Portugis tahun 1522?
sebelum itu berikut fakta-fakta sejarah Demak sebelum tahun 1522 :
-
Demak yg perang terus-terusan dengan Portugis sejak tahun 1511.
-
Demak juga berperang melawan Majapahit Faksi Daha yg mana raja Majapahit dikudeta patihnya, patih Muadhara tahun 1516-1521.
-
Demak lebih fokus menyerang Portugis dan tidak pernah sekalipun mengancam Kerajaan Sunda, sama sekali, sekitar tahun 1511-1522.
-
Kekuatan Militer dan Ekonomi Demak pastinya melemah karena berperang terus-terusan di 2 front, yaitu Front Portugis dan Front melawan patih Muadhara.
-
Raja Demak Pati Unus wafat dalam penyerangan terhadap Portugis tahun 1521, pastinya terjadi gejolak politik di Kubu Demak saat itu.
Sehingga motif Surawisesa menjadi “Antek” Portugis tahun 1522, bukanlah untuk membendung ancaman Demak, tapi menurut penulis, Motif utama Surawisesa adalah ambisi milter untuk menguasai Jawa dgn bantuan portugis.
Ambisi Militer Surawisesa bisa dilihat dalam Carita Parahyangan yaitu setelah Prabu Siliwangi wafat, Surawisesa naik tahta, dan langsung menyerang penguasa2 Sunda di daerah-daerah lain, seperti penguasa Banten dan Kalapa.
Menurut Penulis, Saat Demak melemah, dan Rajanya Wafat dalam peperangan, Surawisesa berangan-angan untuk kuasai seluruh Jawa dengan bantuan militer portugis, itulah motif utama kerjasama Surawisesa dengan Portugis dan bukan karena Demak mengancam kerajaan Sunda, karena Demak tidak pernah sekalipun melancarkan ancaman militer kepada kerajaan Sunda.
(Lintangangrem)





