UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta melakukan pelayanan kesehatan hewan (yanduan) dan pengobatan hewan secara intensif pada 14–16 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif menjelang perayaan Idul Adha yang akan berlangsung pada Mei 2026.
Saat diwawancarai, Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Imam Abror, menjelaskan bahwa pemeriksaan intensif diperlukan untuk memastikan kualitas dan kesehatan hewan kurban. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian obat cacing, serta vitaminisasi,
“Pelayanannya berupa pemeriksaan hewan, pengobatan cacing, serta pemberian vitamin,” jelas drh. Imam Abror, Kamis (16/4).
Selama tiga hari, Imam Abror telah memeriksa puluhan sapi dan ratusan kambing serta domba. Di antaranya, sekitar 20 ekor sapi dan 100an kambing domba telah diperiksa dan mendapatkan pengobatan yang berada di beberapa wilayah Kota Yogyakarta.
Sementara untuk diwilayah Wirobrajan saja, sapi yang diperiksa tercatat sekitar 50 ekor sapi.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, Imam mengungkapkan, mayoritas hewan dalam kondisi sehat. “Petugas hanya memberikan vitamin dan obat cacing sebagai langkah pencegahan. Khusus untuk hewan bunting, penanganan dilakukan lebih hati-hati dengan hanya memberikan vitamin tanpa obat cacing,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau para peternak dan pedagang hewan kurban agar menjaga kesehatan ternaknya secara optimal, mulai dari pemenuhan pakan hingga penerapan biosekuriti.
Selain itu, Imam juga mengingatkan masyarakat yang akan membeli hewan kurban diminta memastikan kondisi hewan benar-benar sehat.
“Pastikan hewan dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih perlu dijaga. Meski demikian, dalam tiga hari pelaksanaan pemeriksaan, tidak ditemukan kasus PMK di wilayah Kota Yogyakarta.
Melalui kegiatan ini, Imam juga berharap pelaksanaan Idul Adha tahun 2026 dapat berjalan aman, sehat, dan sesuai dengan standar kesehatan hewan kurban.
Sementara itu, Ketua kelompok ternak sapi potong Trihandini Rejo, Kemantren Tegal Rejo, Banardi mengungkapkan, terbantu dengan adanya Yanduwan dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Ia menjelaskan, Dinas Pertanian dan Pangan setiap bulannya memberikan obat, vitamin dan melakukan pencegahan PMK.
“Tiap tiga bulan sekali DPP pasti datang ke kelompok kami untuk melakukan pencegahan agar hewan sehat semuanya. Selain itu, secara rutin juga memberikan obat cacing kepada hewan ternak kami. Hal ini sangat menolong sekali bagi peternak. Harapannya, program ini berkelanjutan atau bahkan dilakukan setiap dua bulan atau tiga bulan sekali,” ungkapnya. (Hes)
*Foto merupakan dokumentasi DPP Kota Yogyakarta




