Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama TNI dan berbagai elemen masyarakat resmi memulai kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026. Dimulainya kegiatan ini ditandai dengan upacara pembukaan di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Rabu (22/4).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo selaku inspektur upacara menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan, khususnya di kawasan permukiman yang membutuhkan penanganan terpadu.

“TMMD ini menjadi langkah bersama membangun negeri dari tingkat kelurahan. Dengan semangat gotong royong, kita hadir untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat,” ujar Hasto.

Pada pelaksanaan TMMD kali ini, sasaran kegiatan difokuskan di wilayah Pakuncen, Kemantren Wirobrajan, yang memiliki karakteristik permukiman padat penduduk serta potensi kerawanan hidrografis akibat aliran sungai. Oleh karena itu, Hasto menekankan pentingnya pelaksanaan pembangunan yang tidak hanya efektif, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan.

Adapun kegiatan fisik yang dilaksanakan meliputi pembangunan talud sepanjang 20 meter dengan tinggi 5 meter guna mencegah longsor akibat erosi, rehabilitasi satu unit taman kanak-kanak, serta perbaikan 10 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Selain itu, juga dilaksanakan kegiatan nonfisik berupa berbagai penyuluhan, mulai dari kesehatan masyarakat dan stunting, keamanan dan ketertiban, hingga perencanaan dan kebijakan anggaran.

TMMD Sengkuyung Tahap II resmi dimulai

Hasto mengingatkan bahwa kualitas pembangunan harus menjadi perhatian utama, mengingat risiko wilayah yang rawan erosi. Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga mutu pekerjaan agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang.

“Ketika pembangunannya tidak kuat dan dalam waktu singkat banjir kemudian bangunannya tumbang, maka itu betul-betul akan membawa nama baik TMMD ke depan. Oleh karena itu kita hayati bersama. Oleh karena itu, kami berharap dengan sangat berhati-hati untuk menjaga kualitas pekerjaan,” tegasnya.

Pemkot meminta doa restu perwakilan elemen masyarakat agar TMMD terlaksana dengan baik

Sementara itu, Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta Kolonel Inf Arif Setiyono menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II berlangsung selama satu bulan, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026, dengan lokasi kegiatan di Kemantren Tegalrejo.

Menurutnya, penentuan sasaran kegiatan dilakukan melalui proses perencanaan berjenjang yang dimulai dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di tingkat kelurahan hingga kota, sehingga program yang dilaksanakan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

“Dan ini tiap kegiatan itu menyesuaikan kebutuhan dari pemerintah kota dan tentunya juga hasil dari musrenbang yang sudah berjalan dari tingkat kelurahan, kemantren sampai tingkat kota, sehingga hasilnya bisa tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung,” jelasnya.

Foto bersama

Ia menambahkan, pelaksanaan TMMD melibatkan berbagai unsur secara terpadu, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, Kodim 0734 menerjunkan puluhan personel sebagai satuan tugas, yang didukung oleh personel dari berbagai instansi.

Selain itu, kegiatan juga didukung dengan kesiapan sarana prasarana, pos komando taktis (kotis), serta koordinasi lintas sektor yang telah dilakukan sejak tahap pra-TMMD.

Penandatanganan naskah serah terima

Arif berharap, seluruh hasil pembangunan, baik fisik maupun nonfisik, dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan warga.

“Kemudian harapannya juga apa yang sudah kami bangun atau kami rehab itu dapat bermanfaat untuk masyarakat, dapat membantu Pemerintah Kota tentunya dalam rangka mensejahterakan masyarakat kota dan memajukan Kota Yogyakarta secara umum,” pungkasnya.