Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan komitmen penguatan Gerakan Jogja Berhati Nyaman melalui gerakan kebersihan dan gotong royong.
Dalam arahannya, Hasto menyampaikan gerakan tersebut selaras dengan kebijakan nasional melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang Gerakan Indonesia Asri yang mencakup Aman, Sehat, Resik, Indah, dan Asri. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Jogja Berhati Nyaman yang digalakkan di Kota Yogyakarta.
“Gerakan ini harus kita hidupkan bersama. Aman, sehat, resik, indah, dan asri menjadi satu kesatuan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat memimpin apel pagi, Rabu (22/4/2026) di Plaza Balai Kota.
Sebagai implementasi nyata, Pemerintah Kota Yogyakarta akan menggelar kerja bakti rutin setiap hari Jumat dengan melibatkan seluruh unsur, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, hingga pelajar. Hasto menekankan pentingnya membangun budaya gotong royong sejak dini, termasuk di lingkungan sekolah.
Ia menyoroti pentingnya pendidikan karakter melalui kegiatan sederhana seperti kerja bakti. Menurutnya, siswa perlu dilibatkan dalam aktivitas kebersihan agar tidak tumbuh menjadi pribadi yang manja.
“Anak-anak juga harus dibiasakan gotong royong, membersihkan lingkungan, agar memahami nilai kebersamaan dan tidak hanya berorientasi pada kenyamanan pribadi,” tegasnya.
Untuk mendukung gerakan tersebut, Pemkot Yogyakarta telah membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok yang akan disebar di berbagai titik lokasi. Setiap kelompok bertanggung jawab membersihkan area yang telah ditentukan, termasuk rumput liar di trotoar dan sampah organik di lingkungan jalan.
Hasto juga mengingatkan agar seluruh peserta tidak hanya hadir secara simbolis, namun benar-benar terlibat aktif dengan membawa peralatan kebersihan.
“Saya harap semua membawa alat, jangan hanya membawa ponsel. Gotong royong ini kerja nyata, bukan sekadar dokumentasi,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan visi menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang bersih dan tertata layaknya kota maju, tanpa meninggalkan identitasnya sebagai kota budaya, wisata, dan pelajar.
“Saya ingin Jogja tetap menjadi kota budaya, tetapi dengan kebersihan dan kerapian seperti kota modern,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menjelaskan gerakan ini akan mulai dilaksanakan pada Jumat 24 April 2026 di 150 titik lokasi dengan melibatkan sekitar 4.500 orang.
“Setiap titik akan diisi sekitar 30 orang yang fokus membersihkan sampah, daun kering, dan rumput liar. Sampah yang terkumpul nantinya akan diambil oleh DLH untuk diolah, terutama sampah organik menjadi pupuk,” jelasnya.
Melalui gerakan ini, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap tercipta lingkungan kota yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus memperkuat budaya gotong royong sebagai identitas masyarakat Yogyakarta.



