Jakarta,REDAKSI17.COM – Implementasi pembayaran lintas negara menggunakan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antara Indonesia-China sudah di depan mata. Bank Indonesia (BI) menargetkan penggunaan QRIS di China dapat mulai dilakukan pada akhir April.
“Mudah-mudahan QRIS antar negara Indonesia-Tiongkok ini mengikuti yang sudah yang Korea kan 1 April kita sudah launching dan nanti untuk Tiongkok ini mudah-mudahan di tanggal 30 April kita bisa launching,” ujar Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, dalam Rapat Dewan Gubernur BI April 2026 secara daring, Rabu (22/4/2026).
Filianingsih menerangkan pihaknya telah melakukan tahap uji coba atau sandboxing. Dalam tahapan tersebut, ia menilai antusiasme masyarakat ternyata luar biasa besar.
Selama masa uji coba saja, volume transaksi QRIS Indonesia-China sudah mencapai 1,64 juta transaksi dengan nominalnya sudah menyentuh angka Rp 556 miliar.
“Ini baru sandboxing ya baru uji cobanya jadi nanti pada saat launching ini mudah-mudahan akan lebih tinggi lagi,” tambahnya.
Dari segi kesiapan, tercatat sudah ada 24 penyelenggara Indonesia yang siap mendukung layanan ini. Dari total tersebut, sebanyak 16 bank dan 8 lembaga non-bank ikut serta layanan ini. Sementara dari China ada 19 penyelenggara yang telah bergabung.
“Jadi, pada dasarnya baik dari aspek teknis maupun aspek bisnis ini sudah siap untuk diimplementasikan jadi nanti istilahnya tanggal 30 kita akan gunting pita,” jelasnya.





