Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta terus mendorong partisipasi generasi muda dalam Seleksi Pemuda Pelopor 2026 yang masih membuka pendaftaran hingga 30 April 2026. Program ini menjadi ruang aktualisasi ide dan aksi nyata pemuda dengan penekanan pada kebermanfaatan langsung bagi masyarakat.

Sebagai pembaruan dari informasi sebelumnya, jumlah pendaftar terus bertambah. Jika pada awal pembukaan baru belasan peserta, kini jumlahnya mulai meningkat dengan komposisi yang relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan.

Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, menjelaskan bahwa seleksi ini merupakan agenda rutin tahunan yang mengacu pada amanat Undang-Undang Kepemudaan, Peraturan Pemerintah, serta Peraturan Daerah Kota Yogyakarta tentang Pembangunan Kepemudaan.

“Program ini juga selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah, termasuk penguatan peran pemuda, perempuan, dan komunitas marjinal, serta mendukung program unggulan Hasta Jogja Mulia dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing,” ujarnya.

Mugi menambahkan, meskipun sejak 2025 pemerintah pusat mengarahkan seleksi Pemuda Pelopor pada skema desa, Pemerintah Kota Yogyakarta tetap berkomitmen melaksanakan seleksi di tingkat kota. Hal ini dilakukan sebagai sarana untuk mengukur partisipasi pemuda sekaligus mengasah kemampuan kompetisi mereka.

“Bagi kami, kompetisi adalah salah satu cara untuk mengukur sejauh mana keterlibatan pemuda dalam pembangunan. Selain itu, kami juga ingin membangun bank pelopor, yaitu kumpulan pemuda yang memiliki kepedulian dan inovasi di berbagai bidang,” jelasnya.

Seleksi Pemuda Pelopor 2026 mencakup lima bidang, yaitu pangan, pendidikan, inovasi teknologi, seni budaya, serta pengelolaan sumber daya alam, lingkungan, dan pariwisata. Kelima bidang tersebut dinilai relevan dan memiliki keterkaitan dengan perangkat daerah yang nantinya dapat melakukan pembinaan lanjutan.

Pelaksanaan seleksi juga melibatkan Forum Pemuda Pelopor Kota Yogyakarta (FPPKY), yang beranggotakan para alumni dan pemenang Pemuda Pelopor tahun-tahun sebelumnya.

Pengurus FPPKY, Pangky Febriantanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada pemuda sekaligus implementasi dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.

“Kepeloporan menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk karakter dan daya saing pemuda. Karya yang dihasilkan tidak harus berupa produk fisik, tetapi bisa berupa sistem, gagasan, maupun lembaga yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, inovasi sederhana seperti pengembangan produk pangan kreatif atau pendidikan berbasis kearifan lokal dapat menjadi bentuk kepeloporan yang bernilai tinggi.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 26 pemuda telah mendaftar, terdiri dari 13 laki-laki dan 13 perempuan. Pendaftaran masih dibuka hingga 30 April 2026, dengan harapan jumlah peserta terus bertambah untuk meningkatkan daya saing.

Tahapan seleksi meliputi pendaftaran, seleksi administrasi, penilaian proposal dan profil kepeloporan, presentasi dan wawancara, hingga verifikasi lapangan (fact finding). Pengumuman pemenang dijadwalkan pada pertengahan Juni 2026.

Sementara itu, Pengurus FPPKY lainnya, Muhammad Helmi Rahman, menegaskan bahwa seleksi ini bertujuan menemukan “permata-permata baru” dari kalangan pemuda Kota Yogyakarta.

“Kami ingin mencari pemuda yang tidak hanya memiliki ide, tetapi juga mampu menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Dampak sosial dan kebermanfaatan menjadi poin utama dalam penilaian,” katanya.

Para pemenang Pemuda Pelopor nantinya akan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang akan diserahkan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.

Pendaftaran  seleksi Pemuda Pelopor tingkat Kota Yogyakarta 2026 dilakukan online melalui link https://bit.ly/PPKY26. Adapun persyaratannya secara umum adalah pemuda/pemudi ber-KTP Kota Yogyakarta usia 16-30 tahun, bukan ASN/Pegawai BUMN/BUMD. Termasuk belum pernah menjuarai seleksi yang sama di tingkat provinsi/nasional.

 

Untuk mengakomodasi calon peserta yang masih ragu menentukan bidang yang sesuai, panitia juga membuka ruang konsultasi melalui contact person yang telah dicantumkan dalam materi publikasi.

“Nah, di dalam flyer yang sudah kami share, itu ada contact person yang nanti bisa membantu. Misalnya ‘saya cocoknya di bidang apa ya?’. Karena biasanya teman-teman bingung, dan akhirnya tidak jadi mendaftar. Itu yang tidak kami harapkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut baik melalui kontak yang tersedia di flyer Amalia (082137914227) dan Elis (087834073892).