Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima kunjungan perwakilan Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2023–2027 di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Senin (27/04). Kunjungan tersebut membahas rencana penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Piala Raja cabang olahraga sepatu roda yang direncanakan dihelat pada 2–5 Juli mendatang.
Ditemui usai pertemuan, Ketua Umum Porserosi DIJ 2023-2027, Fauzi Idris mengungkapkan, Gubernur DIY memberikan respons positif terhadap rencana penyelenggaraan tersebut. Ia menyebut, selain berjalan lancar, ajang ini diharapkan menjadi wadah untuk menggali potensi atlet sepatu roda unggul yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional 2032. “Yang jelas, Ngarso Dalem berpesan untuk terus melakukan pembinaan atlet-atletnya, sehingga tidak perlu mencari atlet dari luar saat menghadapi PON dan ajang lainnya,” tutur Fauzi.
Lebih lanjut, Fauzi menjelaskan, bahwa pihaknya menargetkan jumlah peserta yang berpartisipasi dapat setara dengan kejuaraan nasional, yakni berkisar 800–900 atlet. Ia menambahkan, kolaborasi juga dilakukan dengan Dinas Pariwisata, mengingat kehadiran ratusan atlet dinilai mampu mendorong serta menggerakkan sektor pariwisata DIY selama penyelenggaraan ajang tersebut.
“Kemarin kita juga berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata karena kaitannya dengan desinasi wisata. Jika nantinya ada sekitar 900 atlet yang datang, tentu kebutuhan makan, penginapan, dan lainnya akan berdampak pada sektor pariwisata,” tegas Fauzi.
Fauzi turut menekankan pentingnya pembinaan atlet usia dini sebagai investasi jangka panjang menuju ajang nasional, khususnya Pekan Olahraga Nasional 2032 dan edisi berikutnya.
Menurutnya, atlet-atlet muda yang saat ini berusia sekitar 10 tahun berpotensi mencapai usia emas prestasi ketika PON digelar di masa mendatang, sehingga pembinaan yang konsisten menjadi kunci.
“Harapan kami, bibit-bibit muda ini bisa dipersiapkan untuk PON 2032 dan seterusnya. Misalnya, anak usia 10 tahun sekarang, dalam enam tahun ke depan akan berusia 16 tahun. Bahkan jika melihat peluang PON berikutnya, mereka bisa mencapai usia 22 tahun yang merupakan usia puncak prestasi,” pungkas Fauzi.
Humas Pemda DIY




