DANUREJAN,REDAKSI17.COM – Kota Yogyakarta akan dipadati pelari (runners) dari seluruh Indonesia dalam gelaran Jogja 10K 2026. Sebanyak 9.000 peserta telah dijadwalkan ambil bagian dalam kegiatan Jogja 10k yang berlangsung pada tanggal 3 Mei 2026. Event lomba lari ini turut mendorong peningkatan minat wisata olahraga (sport tourism) di Kota Yogyakarta.
Event ini menjadikan kawasan Malioboro sebagai salah satu daya tarik utama. Dengan mengusung tema “Every Step Tells A Story”, Jogja 10K memadukan olahraga lari dengan pengalaman budaya khas Yogyakarta.
Untuk memastikan kelancaran acara, hari ini telah berlangsung konferensi pers yang digelar pada hari Sabtu (2/5) di Plaza Malioboro Mall Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan yang turut hadir menyampaikan, Kota Yogyakarta terus bertransformasi menjadi ruang yang mendukung gaya hidup sehat masyarakat.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada penyelenggara atas inisiatif Jogja 10K tahun 2026. Ini bukan sekedar ajang olahraga, tetapi juga pengalaman yang menggabungkan aktivitas fisik dengan keindahan serta keaslian budaya di Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Ia menambahkan, event ini menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism yang unik dan berdaya saing.
Di mana tercatat lebih dari 9.000 peserta telah mendaftar, dengan sekitar 80 persen berasal dari luar daerah. “Hal ini juga turut berdampak pada tingkat hunian hotel yang meningkat signifikan,” ujarnya.

Event Jogja 10K 2026 menghadirkan beberapa kategori lomba yang dapat diikuti berbagai kalangan, yakni lomba lari 10K sebagai kategori kompetitif, fun run 5K untuk pelari pemula, serta heritage fun walk sejauh 3 kilometer yang mengajak peserta menikmati kawasan budaya secara santai atau berjalan bersama.
Sementara itu, Project Director Jogja 10K 2026, Sentanu Wahyudi mengungkapkan, konsep kegiatan ini adalah mengundang komunitas lari dari seluruh Indonesia untuk datang dan merasakan pengalaman berwisata di Kota Yogyakarta.
“Kami didukung oleh 105 komunitas dari Sabang sampai Merauke. Ini bukan hanya event lari, tetapi juga momentum rekreasi dan kebersamaan. Sepanjang rute, peserta akan disambut dengan berbagai atraksi budaya dan keramahan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, dipilihnya Kota Yogyakarta karena memiliki keunggulan dalam budaya, keramahan dan geografis yang mendukung diselenggarakannya kegiatan Jogja 10K. “Terutama budaya yang ada di Malioboro sebagai tempat yang khas di Kota Yogyakarta,”tambahnya.

Selanjutnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyebutkan bahwa dampak kegiatan ini sangat terasa di sektor pariwisata dan ekonomi.
“Sampai saat ini tingkat hunian hotel di Kota Yogyakarta hampir mencapai 90 persen, bahkan mendekati penuh. Tidak hanya hotel, pelaku UMKM juga merasakan manfaatnya. Aktivitas kota meningkat dan jalan-jalan mulai padat sejak beberapa hari terakhir,” katanya.
Ia berharap Jogja 10K dapat menjadi agenda rutin tahunan dalam kalender event Kota Yogyakarta, mengingat tingginya antusiasme peserta serta luasnya dampak ekonomi yang dihasilkan.
“Harapan kami Jogja 10K 2026 dapat berlangsung lancar, aman, dan sukses, sekaligus menjadi momentum untuk mendorong gaya hidup sehat serta melestarikan budaya di Kota Yogyakarta,” ungkapnya.
