Beranda / Daerah / Surplus Hewan Kurban, Gunungkidul Siap Pasok Daerah Lain

Surplus Hewan Kurban, Gunungkidul Siap Pasok Daerah Lain

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengungkapkan, populasi ternak kurban di Gunungkidul, baik sapi maupun kambing cukup banyak. Bahkan jumlahnya melebihi kebutuhan hewan kurban di Gunungkidul, sehingga hewan kurban yang ada siap dipasok ke daerah lain di DIY, maupun luar DIY.

“Pantauan hari ini juga untuk memastikan jumlah hewan ternak yang siap menjadi hewan kurban. Dan alhamdulillah Gunungkidul surplus. Untuk sapi yang memenuhi syarat kurban, kami ada 11.000 ekor dari kebutuhan sekitar 4.500 ekor saja. Sedangkan untuk kambing, kebutuhan kami di kisaran 16.000 ekor, namun kami siap 26.000 ekor,” ungkap Endah pada Kamis (07/05).

Ditemui usai melakukan pantauan di Pasar Hewan Siyono Gunungkidul oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, Endah pun mengatakan, kenaikan harga hewan kurban di wilayahnya sudah mulai terjadi meski tidak signifikan. Untuk sapi, harga mengalami sedikit kenaikan, namun masih relatif stabil. Sementara untuk kambing, sebelumnya justru sempat mengalami penurunan harga, namun kini mulai meningkat kembali.

“Untuk harga sudah ada pergerakan. Untuk di pasar hewan ini, masih ada 3 kali pasaran lagi, jadi harganya tidak dapat diprediksi. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi kenaikan semakin dekat Iduladha, atau justru bisa dapat lebih murah semakin mepet hari H. Tapi mudah-mudahan harganya stabil, sehingga tidak menjadi penyumbang inflasi di DIY maupun Gunungkidul,” paparnya.

Terkait pengawasan kesehatan hewan ternak, Endah mengatakan, Pemkab Gunungkidul baru saja mengadakan sarasehan ternak, dengan mengundang ahli di bidang peternakan dari UGM. Dalam kegiatan ini, dilakukan edukasi kepada 300 ketua kelompok tani berbasis kalurahan, bagaimana dalam rangka menyambut hari raya Iduladha, ternak-ternak petani bisa diberi nutrisi dari tanaman-tanaman.

“Nutrisi ini agar bisa membuat ternak lebih sehat. Kegiatan ini dilakukan di luar pemeriksaan dokter hewan. Dan kami juga sudah kerjasama dengan Fakultas Peternakan dan Fakultas Kedokteran Hewan UGM untuk mendampingi saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Gunungkidul seperti tahun lalu. Ada sekitar 100 dokter hewan yang nanti akan kami terjunkan,” ungkapnya.

Pasar Hewan Siyono sendiri menjadi pasar utama jual beli sapi di Gunungkidul. Pasar ini beroperasi setiap pasaran wage. Jelang Iduladha seperti saat ini, diperkirakan sekiatr 700 ekor sapi dan 700 ekor kambing diperdagangkan. Harga sapi hidup dibandrol sekitar Rp45.000 perkg, sedangkan kambing sekitar Rp3-4juta perekor. Selain Pasar Hewan Siyono, transaksi hewan kurban di Gunungkidul juga ada di Pasar Hewan Semanu.

“Kepada seluruh warga masyarakat DIY ataupun di luar DIY, kami menyarankan untuk bisa berbelanja hewan kurban ke Gunungkidul, baik sapi ataupun kambing. Insha Allah kondisi hewan ternak di Gunungkidul sudah dalam pemeriksaan, ternak kami jamin dalam keadaan sehat dan selalu divaksin,” imbuh Endah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo mengatakan, pada intinya Gunungkidul siap untuk mendukung daerah lain di DIY, bilamana ada daerah lain yang kekurangan hewan kurban. “Sudah kita lihat sendiri, Gunungkidul surplus baik untuk kambing maupun sapi. Dan ini tentu hal yang baik untuk bisa menjaga agar harga tidak terlalu melonjak,” imbuhnya.

Usai memantau di Pasar Hewan Siyono, TPID DIY melanjutkan pemantauan ke peternakan domba Ayodya Farm. Pengelola Ayodya Farm, Arif Junaidi Arsono mengatakan, pihaknya fokus pada pembibitan domba impor. Namun masih melayani jika ada permintaan untuk kurban. “Saat ini, domba untuk kurban kami sudah habis. Tahun ini kami sudah menjual sekitar 200 domba untuk kurban,” imbuhnya.

Untuk harga, Arif mengungkapkan, pihaknya menjual domba dengan harga Rp100.000 perkg. Dan domba yang diperjualbelikan memiliki berat kisaran 35-40kg perekor.

HUMAS DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *