UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Realisasi kinerja fisik Pemerintah Kota Yogyakarta sampai April 2026 melampaui target yang ditetapkan. Hal itu menunjukan kinerja yang dilakukan Pemkot Yogyakarta selama ini berada di jalur yang benar karena realisasi lebih tinggi dari target perencanaan. Sedangkan kinerja keuangan menjadi perhatian karena capaian di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) masuk kategori rendah sehingga perlu dilakukan percepatan administrasi keuangan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono menjelaskan secara umum, kinerja Kota Yogyakarta pada triwulan I 2026 sudah cukup baik jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota se-DIY. Dia menyebut realisasi kinerja fisik Pemkot Yogyakarta sampai April 2026 mencapai 30,81 persen dari target 30,74 persen. Sedangkan kinerja keuangan sampai April 2026 mencapai 25,77 persen dari target 30,24 persen.
“Secara umum kinerja fisik, output sudah terlaksana sesuai target. Beberapa sub-kegiatan realisasinya lebih tinggi dari target. Tetapi ada pula sub-kegiatan yang terlaksana lebih rendah dari target.” kata Agus saat rapat koordinasi pengendalian pembangunan triwulan I 2026 di Balai kota Yogyakarta, Kamis (7/5/2026).
Dicontohkan realisasi sub-kegiatan yang melebihi target antara lain pengelolaan dana BOS SD di Disdikpora dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Panembahan. Adapun status capaian kinerja fisik OPD sampai April 2026 ada 49 OPD kategori sangat tinggi dan 2 OPD kategori tinggi. Capaian status kinerja fisik itu lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Sedangkan status capaian kinerja keuangan OPD sampai April tahun 2026 terdapat 14 OPD kategori sangat tinggi, 27 OPD tinggi, 6 OPD sedang dan 4 OPD kategori rendah.
Menurut Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo melihat realisasi kinerja fisik dan keuangan Pemkot Yogyakarta sampai April 2026 diistilahkan OPD sudah bekerja, tapi belum dibayarkan. Selisih antara kinerja fisik dan keuangan itu dinilai karena masalah administrasi keuangan terkait pembayaran. Oleh sebab itu pihaknya meminta OPD dengan kinerja keuangan yang belum mencapai target untuk melakukan percepatan administrasi keuangan.
“Kalau hanya selisih dari sisi keuangan, itu ya administrasi yang dipercepat. Jadi penyerapan pencairan uangnya harus dipercepat itu. Tapi pekerjaannya sudah bagus. Sudah on the track- lah pekerjaannya,” tambah Hasto ditemui usai rapat koordinasi pengendalian triwulan I 2026.
Hasto mencontohkan status capaian kinerja keuangan beberapa OPD yang masih rendah seperti Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) karena terkait anggaran belanja tidak terduga (BTT). Anggaran BTT itu dapat digunakan untuk yang bersifat kedaruratan seperti bencana sehingga tidak bisa diserap maksimal. “BTT itu memang untuk tidak (bisa langsung) diserap karena tak terduga. Mosok pengennya ada bencana kan tidak,” ujarnya.
Dalam rapat itu Hasto juga menyoroti terkait capaian indikator kinerja utama antara lain terkait indeks gini rasio, pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran yang menjadi catatan dan perhatian. Dicontohkan pertumbuhan ekonomi perlu menjadi perhatian karena adanya moratorium hotel di zona inti sumbu filosofi, investasi dan keterbatasan lahan di kota. Oleh sebab itu ekonomi kreatif harus dibangun dan menambah destinasi-destinasi baru sebagai kota wisata, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu Hasto juga mengingatkan terkait implementasi program strategis nasional di Kota Yogyakarta seperti makan bergizi gratis dan koperasi kelurahan merah putih (KKMP).
Sementara itu Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyatakan kondisi anggaran banyak yang dipangkas sehingga butuh penyesuaian ataupun butuh inovasi-inovasi serta sinergi kolaborasi antar OPD. Misalnya terkait penanganan stunting bisa disinergikan dengan program MBG. Sedangkan untuk KKMP di Kota Yogyakarta yang terkendala lahan diharapkan tidak menjadi menjadi hambatan berkegiatan .
“Harapan kami justru dari dinas terkait harus bisa sesegera mungkin melakukan kegiatan sehingga KKMP ini bisa langsung jalan dulu. Yang penting jalan dan ada pergerakan,” tandas Wawan.