Beranda / Daerah / BNNP DIY Kedepankan Kearifan Lokal Dalam Upaya P4GN

BNNP DIY Kedepankan Kearifan Lokal Dalam Upaya P4GN

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) DIY akan mengedepankan pendekatan edukatif berbasis kearifan lokal budaya dalam upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, serta peredaran gelap narkotika (P4GN) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam pelaksanaanya, upaya tersebut diharapkan dapat diperkuat dengan sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat guna mewujudkan DIY yang bersih dari narkoba.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNNP DIY, Faried Zulkarnain, meneruskan arahan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam pertemuan pada Rabu (13/05). Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Bagian BNNP DIY, David Henry Andar Hutapea, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP DIY, Kombes Pol. Trisaksono Puspo Aji, dan Ketua Tim Jabatan Fungsional Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP DIY, Bambang Wiryanto.

“Kita sudah dapat arahan dari Ngarso Dalem tentang bagaimana karakteristik masyarakat Yogyakarta, sehingga kita akan mengedepankan kearifan lokal dan budaya Yogyakarta dalam memberikan edukasi tentang bahaya narkoba. Ini akan kita sesuaikan, tentunya dengan mengedepankan kearifan lokal yang ada di Yogyakarta,” ujar Faried saat ditemui selepas pertemuan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Pertemuan ini menjadi salah satu upaya memperkuat sinergi antara BNNP DIY bersama Pemda DIY dalam menyukseskan program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika). “Sehingga dengan adanya sinergi bersama Pemda DIY maupun instansi terkait, untuk sama-sama bagaimana menciptakan, mewujudkan Yogyakarta ini bersinar, Yogyakarta yang bersih dari narkoba,” jelasnya.

Ke depan, BNNP DIY akan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di DIY guna mencegah peredaran narkoba di lingkungan pendidikan. Menurutnya, kerja sama lintas sektor serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Faried menambahkan, BNNP DIY telah membentuk tim fasilitator di tingkat desa yang melibatkan pemerintah kelurahan, aparat keamanan seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta elemen masyarakat setempat sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. “Kita upayakan dapat mengurangi, mudah-mudahan ini bisa kita capai. Memang cukup sulit untuk menghilangkan, tetapi setidak-tidaknya kita dapat mengurangi penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Faried menegaskan, perang terhadap narkoba tidak hanya dapat dijalankan oleh BNN dan pihak kepolisian. Maka dari itu, seluruh lapisan masyarakat mulai dari orang tua hingga instansi pendidikan diharapkan dapat terlibat langsung dan mengawasi para generasi muda agar jauh dari jangkauan narkoba.

“Harapan kami tentunya masyarakat juga ikut berpartisipasi, termasuk orang tua dan guru-guru dalam pengawasan anak-anak sekarang ini. Tidak hanya di kepolisian maupun di BNN saja, tetapi seluruh lapisan masyarakat,” lengkapnya.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *