
Sleman,REDAKSI17.COM – Bupati Sleman, Harda Kiswaya menghadiri peringatan Bedhol Projo Kapanewon Pakem pada Rabu (13/5). Acara yang dimeriahkan kirab bregodo ini dipusatkan di halaman Kantor Kapanewon Pakem dengan melibatkan ratusan peserta dari seluruh Kalurahan di Pakem.
Prosesi Bedhol Projo merupakan visualisasi sejarah perpindahan pusat pemerintahan atau perpindahan kepemimpinan yang dikemas dalam bentuk kirab budaya.
Dalam sambutannya, Bupati Harda Kiswaya menyampaikan bahwa upacara Bedhol Projo bukan sekadar agenda tahunan, melainkan memiliki makna mendalam untuk meneladani perjuangan para leluhur. Beliau menekankan pentingnya mengingat sejarah guna menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
“Tradisi dan budaya adalah identitas dan jati diri kita. Tanpa tradisi, manusia ibarat pohon tanpa akar yang mudah tumbang dan kehilangan panduan hidup,” ujar Harda Kiswaya dalam pidatonya.
Ia juga menilai kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mewujudkan wilayah yang berlandaskan budaya sebagai bagian integral dari keistimewaan Yogyakarta. Di tengah arus globalisasi, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membentengi diri agar kekayaan lokal tidak hilang tergerus zaman.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman juga berharap momentum Bedhol Projo dapat mempererat tali persaudaraan dan kerukunan warga. Ia mendorong adanya semangat golong gilig (bersatu padu) antara warga dan pamong pemerintah dalam membangun Kapanewon Pakem.


