
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menghadiri upacara adat tradisi Bersih Dusun di Baran Kulon, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, pada Rabu 13 Mei 2026. Kehadiran orang nomor dua di Bumi Handayani tersebut menjadi momen penuh haru sekaligus ajakan untuk memperkuat nilai nilai gotong royong di tengah masyarakat.
Bagi Joko Parwoto, kunjungan kerja kali ini terasa sangat spesial. Dusun Baran merupakan tanah kelahirannya, tempat di mana ia tumbuh dan mengenal nilai nilai luhur kehidupan. Ia mengenang masa kecilnya di dusun tersebut sebagai sekolah kehidupan untuk belajar tata krama, unggah ungguh, serta rasa persaudaraan yang erat antarwarga.
Dusun Baran merupakan saksi perjalanan hidup saya sejak kecil. Dapat hadir dan bertemu dengan bapak ibu semua pada hari ini menjadi kebahagiaan dan haru tersendiri bagi saya. Sejauh apa pun seseorang melangkah, tempat kelahiran akan selalu menjadi tempat yang mengikat hati dan perasaan, ujar Joko dalam sambutannya di hadapan warga Baran Kulon.
Ia menegaskan bahwa tradisi Bersih Dusun yang masih terjaga hingga saat ini merupakan budaya adiluhung yang wajib dilestarikan. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan kepada leluhur, serta upaya memperkuat kerukunan. Nilai nilai ini sangat penting diwariskan kepada generasi muda agar mereka memiliki karakter yang kuat dan mencintai tanah kelahirannya.

Lebih lanjut, Joko Parwoto menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan warga Dusun Baran yang tetap solid menjaga kekompakan. Ia mengingatkan bahwa kemajuan daerah tidak akan tercapai maksimal tanpa dukungan semangat kebersamaan dari masyarakat.Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga sumber daya manusia. Namun, kemajuan itu butuh semangat guyub rukun dari warga seperti yang ditunjukkan dalam acara ini, imbuhnya.
Melalui kegiatan Bersih Dusun 2026 ini, Joko berharap masyarakat Baran senantiasa diberikan kesehatan, kemakmuran, dan keselamatan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan tradisi ini sebagai sarana mempererat persaudaraan demi masa depan Gunungkidul yang lebih baik.


