PAKUALAMAN,REDAKSI17.COM – Presiden RI  Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak pada Sabtu (16/5/2026). Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan puluhan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) telah beroperasional atau beraktivitas menjalankan usaha-usahanya meskipun belum ada gerai yang dibangun. Mulai dari memproduksi batik Yogya Segoro Amarto Reborn untuk seragam ASN Pemkot Yogyakarta sampai menyediakan kebutuhan bahan pokok.
Jajaran Pemkot Yogyakarta bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah  Kota Yogyakarta mengikuti kegiatan peresmian operasionalisasi 1.061 KDKMP secara daring. Kegiatan  dilaksanakan di wilayah Gunungketur dengan KKMP di bidang produksi batik. Dalam giat itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan dan Komandan Kodim 0734 Kota Yogyakarta Letkol Inf Arif Setiyono juga memcoba membatik dengan teknik cap.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mencoba membatik dengan metode cap di KKMP Gunungketur yang memproduksi batik.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan tekad Pemkot Yogyakarta dalam melaksanakan aktivitas KKMP meskipun belum punya gerai karena keterbatasan lahan yang memenuhi syarat untuk membangun infrastruktur KKMP. Namun Pemkot Yogyakarta bersama masyarakat para pengelola KKMP sudah berusaha penuh untuk melaksanakan aktivitas KKMP. Bahkan KKMP di Kota Yogyakarta sudah punya aktivitas karya nyata membuat batik Segoro Amarto.
“Sekarang ini kita (KKMP) aktivitas sudah bagus. Jadi Koperasi Merah Putih sudah punya delapan unit (usaha) untuk pengecapan batik Jadi yang kemarin sudah berhasil melayani sebanyak 6.500 PNS seragam batik Segoro Amarto, semua sudah dibikin oleh Koperasi Merah Putih,” kata Hasto ditemui di sela mengikuti peresmian operasionalisasi KDKMP secara daring di Gunungketur.

Jajaran Pemkot Yogyakarta dan Forkopimda Kota Yogyakarta mengikuti peresmian operasionalisasi KDKMP secara darinf yang dipusatkan di KKMP Gunungketur.

Hasto menuturkan Kota Yogyakarta sebagai kota batik setahun lalu belum banyak perajin batik cap untuk seragam  dalam jumlah besar. Tetapi kini sudah ada di 8 KKMP yang memproduksi batik Segoro Amarto salah satunya batik dengan metode cap. Pihaknya berharap KKMP  semua punya pengrajin-pengrajin batik yang salah satu koperasinya bisa menjadi pengepul. Setelah itu bisa melayani kebutuhan batik di Yogyakarta dan para pengunjung dan wisatawan.
“Sekarang ini Koperasi Merah Putih menyiapkan diri untuk produksi batik gelombang kedua untuk anak-anak sekolah yang jumlahnya 65.000. Saya kira Yogya sebagai kota batik yang ditetapkan oleh UNESCO, kita ingin mewujudkan kemampuan Koperasi Merah Putih menghidupkan UMKM dan pengrajin batik di Kota Yogyakarta,” terangnya.

Pemkot Yogyakarta dan Forkopimda Kota Yogyakarta mengikuti peresmian operasionalisasi KDKMP oleh Presiden Prabowo secara daring.

Pemkot Yogyakarta kini juga menyiapkan lahan untuk membangun gerai KKMP. Hasto menjelaskan dari Kasultanan Ngayogyakarta memberikan palilah atau hak penggunaan lahan sekitar 3.000 meter persegi di wilayah Umbulharjo. Rencana lahan seluas 1.000 meter persegi untuk infrastruktur KKMP yang 1.000 meter persegi untuk bioflok memelihara ikan lele yang dikelola KKMP. Kemudian yang 1.000 lagi untuk integrated farming program guna mengolah pupuk.
“Kita ingin membikin pupuk dkemudian nanti pupuknya juga bisa dijual. Ini sekaligus mengatasi sampah, karena sampah jadi pupuk,” ujar Hasto.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto menyebut saat ini dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta yang sudah punya aktivitas KKMP ada 32 kelurahan. Usaha yang dikembangkan antara lain ada batik, penyediaan bahan pokok dan jasa Layanan Keuangan Tanpa Kantor (Laku Pandai). Termasuk bermitra dengan hotel-hotel dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gigi untuk mendukung operasional Makan Bergizi Gratis. Lantaran belum ada gerai, aktivitas KKMP di Kota Yogyakarta selama ini memanfaatkan lahan-lahan milik pengurusnya.
“Misalnya di Gunungketur memang sentra batik. Kita memang mendorong KKMP punya aktivitas itu berdasarkan potensi lokal. Harapannya, dengan adanya koperasi ini para pengrajin-pengrajin batik tidak berjalan sendiri. Mengurus bahan bakunya sampai memasarkannya melalui koperasi,” terang Tri Karyadi.

Sedangkan Ketua KKMP Gunungketur Reza Murtaza menyampaikan KKMP Gunungketur sudah  memproduksi 650 lembar batik Segoro Amarto pesanan ASN Pemkot Yogyakarta. Kini produksi rutin batik sekitar 40 lembar setiap kali produksi untuk stok guna memenuhi permintaan dari sejumlah ASN Pemkot Yogyakarta yang belum memiliki seragam Segoro Amarto. Misalnya pesanan guru-guru TK sampai SMP.
“Produksi batik lebih eksis karena ada instruksi wali kota untuk seragam Segoro Amarto. Dengan adanya koperasi ini manajemennya jadi lebih gampang. Para pengrajin batik seminggu itu mereka ada produksi. Begitu stok kita habis, kita produksi lagi, mereka bekerja lagi,” tandas Reza.