Mantrijeron,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sekaligus melestarikan musik keroncong sebagai bagian penting dari kekayaan budaya dan identitas seni di Kota Yogyakarta.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan saat menghadiri Pentas Keroncong Jamming #5 yang digelar oleh Asosiasi Keroncong Djokjakarta (AKDjok) di Jawir Space, Jumat malam (15/5/2026).
Wawan menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi para pegiat keroncong yang terus menjaga eksistensi musik tradisional di tengah derasnya perkembangan musik modern.
Menurutnya, musik keroncong bukan sekadar hiburan, namun juga bagian dari warisan budaya bangsa yang harus terus dirawat dan dikenalkan kepada generasi muda.
“Pemerintah Kota Yogyakarta tentu menyambut baik kegiatan seperti ini. Musik keroncong harus terus dilestarikan karena memiliki nilai budaya yang sangat kuat. Tantangannya sekarang adalah bagaimana keroncong bisa terus relevan dan dicintai lintas generasi,” ujar Wawan.
Ia menilai, upaya pelestarian keroncong tidak cukup hanya dengan mempertahankan bentuk lama, tetapi juga perlu dibarengi dengan inovasi dalam penyajian.
Untuk itu, musik keroncong perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih kreatif agar dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak muda hingga masyarakat umum.
Wawan mengatakan, Kota Yogyakarta memiliki modal besar untuk menjaga keberlangsungan musik keroncong karena dikenal sebagai kota budaya, kota pendidikan, sekaligus pusat kreativitas seni. Berbagai komunitas seni yang tumbuh di Yogyakarta dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjaga denyut kesenian tradisional agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Ia pun optimistis musik keroncong akan terus mendapat tempat di hati masyarakat apabila terus dikembangkan dengan sentuhan kreatif tanpa meninggalkan nilai dan karakter aslinya. Menurutnya, keberadaan komunitas-komunitas seni yang aktif menjadi bukti bahwa musik keroncong masih memiliki penggemar dan ruang untuk berkembang.
“Musik keroncong jangan hanya menjadi warisan budaya yang dikenang, tetapi harus tetap hidup, dimainkan, dan berkembang mengikuti zaman. Dengan kreativitas para pelaku seni, saya yakin keroncong akan terus eksis,” katanya.
Suasana Pentas Keroncong Jamming #5 sendiri berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Sejumlah musisi dan penyanyi keroncong tampil membawakan berbagai lagu dengan nuansa klasik maupun aransemen yang lebih modern. Penampilan tersebut mendapat sambutan antusias dari para penonton yang hadir.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Keroncong Djokjakarta, Surasa Khocil mengatakan Pentas Keroncong Jamming merupakan bagian dari program rutin bulanan yang secara konsisten digelar oleh AKDjok sebagai ruang interaksi dan ekspresi bagi para pelaku seni keroncong di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurutnya, AKDjok hadir sebagai wadah yang mempertemukan grup keroncong, pemusik, penyanyi, hingga pegiat seni keroncong untuk bersama-sama menjaga eksistensi sekaligus mengembangkan musik keroncong di DIY.
“Kami ingin keroncong tetap hidup dan dekat dengan masyarakat. Karena itu kegiatan ini rutin kami gelar agar para pelaku seni memiliki ruang untuk tampil, berkolaborasi, dan terus berkarya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pertunjukan musik, tetapi juga menjadi sarana mempererat jejaring antar pelaku seni keroncong di Yogyakarta. Melalui kegiatan seperti ini, para musisi, penyanyi, komunitas, hingga penikmat musik tradisional dapat saling bertukar pengalaman dan membangun kolaborasi baru.
Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan musik keroncong di tengah perkembangan industri musik yang semakin dinamis.
Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengenal dan memainkan musik keroncong sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.
