
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Kalurahan Kenteng, Kapanewon Ponjong, merayakan hari jadinya yang ke-110 dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan budaya dan sosial yang puncaknya digelar pada Mei 2026 . Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, serta berbagai tokoh masyarakat dan pejabat daerah.
Ketua Panitia, Heri Pranawa, melaporkan bahwa peringatan ini tidak hanya berfokus pada seremoni, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif warga melalui berbagai lini kegiatan. Rangkaian acara dimulai pada tanggal 16 Mei dengan kegiatan ziarah dan doa bersama untuk menghormati para leluhur serta pendahulu kalurahan.
“Kegiatan dilanjutkan dengan agenda kemasyarakatan, seperti Senam massal dan layanan, pemeriksaan kesehatan gratis, bekerja sama dengan Puskesmas Ponjong.” kata Heri.
Selain itu juga digelar lomba olahan makanan lokal yang diikuti oleh ibu-ibu warga kalurahan untuk mengangkat potensi kuliner daerah, dan juga Bazar UMKM yang diinisiasi oleh penggerak PKK dan tokoh masyarakat setempat.
“Juga kita gelar Pentas seni, yang menampilkan Campursari Laras Kalurahan Kenteng serta pertunjukan tari dari siswa-siswi SD Kenteng 1.” pungkas Heri.
Salah satu sorotan utama dalam peringatan tahun ini adalah dukungan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dana Keistimewaan. Fasilitasi ini diberikan melalui Kundha Kabudayan DIY atas aspirasi dari anggota DPRD DIY, Jamaica Arga Seloka.
Dukungan tersebut memungkinkan terselenggaranya pagelaran wayang kulit sebagai wujud pelestarian warisan budaya leluhur.
Dalam sambutannya, Lurah Kenteng, Citra Wijaya menekankan bahwa peringatan ini adalah sarana untuk meneladani perjuangan para leluhur dan pamong terdahulu dalam membangun wilayah. Ia berharap generasi saat ini dapat melanjutkan estafet pembangunan sesuai dengan perkembangan zaman.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memberikan apresiasi atas semangat gotong royong warga Kenteng. Bupati berharap agar pagelaran seni yang diadakan tidak hanya menjadi sekadar hiburan atau “tontonan”, tetapi juga menjadi “tuntunan” bagi masyarakat dalam memperkuat kepribadian luhur dan budaya.
Bupati juga mendoakan agar Kalurahan Kenteng semakin gemah ripah lohjinawi (makmur) dan warganya tetap rukun bersatu.Sebagai penutup rangkaian acara, digelar Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk yang dibawakan oleh Dalang Ki Cerma Suriyana dengan iringan kelompok karawitan Mudha Laras.
Meskipun sempat diwarnai hujan, acara tetap berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh masyarakat yang antusias menyaksikan warisan budaya tersebut. Peringatan Hari Jadi ke-110 ini menjadi simbol kemajuan Kalurahan Kenteng sekaligus pengingat pentingnya menjaga akar budaya di tengah modernitas.


