Beranda / Daerah / Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya, Warga Padukuan Sawur Gelar Tradisi Bersih Dusun dengan Semangat Gotong Royong

Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya, Warga Padukuan Sawur Gelar Tradisi Bersih Dusun dengan Semangat Gotong Royong

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Warga Padukuan Sawur, Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong kembali menggelar tradisi tahunan Bersih Dusun (Merti Dusun) sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya melestarikan adat istiadat Jawa. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul beserta jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan warga setempat, Rabu malam, 20 Mei 2026.

Kegiatan Bersih Dusun kali ini tidak hanya diisi dengan seremoni adat, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata kemasyarakatan.

Lurah Sawahan, Suwarto, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kebersihan lahir dan batin serta kelestarian lingkungan.

“Salah satu fokus utama dalam rangkaian kegiatan ini adalah aksi gotong royong membersihkan sedimen (walet) di sungai dan bendungan. Upaya ini dilakukan agar aliran air dapat berfungsi optimal untuk mengairi lahan pertanian dan ladang warga, terutama saat menghadapi musim kemarau.” papar Lurah Suwarto.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif warga dalam menjaga infrastruktur air yang menjadi urat nadi perekonomian desa.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan apresiasi mendalam kepada warga Padukuan Sawur yang tetap teguh menjaga tradisi di tengah arus modernisasi.

Dalam pidatonya, Bupati menyatakan bahwa Bersih Dusun merupakan sarana strategis untuk mempererat tali silaturahmi dan memupuk semangat gotong royong.

“Acara ini bukan sekadar hiburan melalui pagelaran seni, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan budaya Jawa dan wujud syukur kepada Gusti Allah SWT,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Bupati juga mengutip pesan inspiratif mengenai pentingnya keyakinan dalam perjuangan demi kemajuan bersama, seraya mengajak warga untuk terus hidup rukun dan sejahtera.

Sebagai puncak acara, warga disuguhi pagelaran Ringit Wacucal (Wayang Kulit) yang dibawakan oleh Ki Dalang H. Tri Harni Sugondo.

Bupati berharap pementasan ini tidak hanya menjadi tontonan hiburan semata, tetapi juga dapat menjadi tuntunan atau pedoman hidup bagi masyarakat dalam berkeluarga dan bermasyarakat.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan seluruh warga Padukuan Sawur. Bupati mendoakan agar warga senantiasa diberikan kesehatan, panjang usia, dan rezeki yang melimpah, serta keharmonisan dalam kehidupan bertetangga.

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kearifan lokal masih menjadi fondasi kuat dalam tata kelola kemasyarakatan di Kalurahan Sawahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *