
Gunungkidul,REDAKSI17.COM– Masyarakat Padukuhan Karangnongko dan Guyangan, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari kembali menggelar tradisi tahunan Bersih Dusun atau Rasulan pada hari Minggu, 24 Mei 2026. Acara ini berlangsung khidmat sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan berkah, hasil panen yang melimpah, serta keselamatan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang juga merupakan abdi dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan gelar Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Sari Bekti Argani. Selain Bupati, turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Endang Sumiyartini, anggota DPRD Dapil V, Anwarudin, serta jajaran kepala dinas, termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan.
Kehadiran para pejabat ini disambut hangat oleh Lurah Kalurahan Kemiri, jajaran Pamong Kalurahan, serta para tokoh masyarakat setempat. Ketua Panitia Bersih Dusun, Suryadi, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini melibatkan serangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya.

“Rangkaian kegiatannya diantaranya, Kerja bakti pembersihan makam umum di Padukuhan Guyangan, lalu Pelaksanaan pengajian umum sebagai sarana siraman rohani bagi warga.” papar Suryadi.
Dan Acara Puncak dilaksanakan hari ini, diawali dengan kenduri massal dan dimeriahkan oleh berbagai pentas kesenian daerah, seperti Reog Wararas dari Padukuhan Guyangan serta Karawitan Suko Laras dari Padukuhan Karangnongko-Guyangan.
“Sebagai penutup rangkaian acara, digelar pertunjukan Wayang Kulit semalam suntuk yang dibawakan oleh Dalang Ki Hadi Sudiran dari Semanu.” ujar Suryadi.
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengapresiasi semangat kemandirian dan gotong royong warga yang mampu menyelenggarakan acara ini secara swadaya. Bupati menekankan bahwa tradisi ini bukan sekadar peninggalan leluhur, melainkan sarana mempererat persatuan (nyawiji).
“Kita ibaratkan sedekah warga dalam bersih dusun seperti membersihkan mata air (mbelik) semakin dibersihkan, maka rezeki yang mengalir akan semakin jernih dan melimpah.” ujar Bupati dalam sambutannya.
Selain itu, Bupati mengingatkan warga untuk tetap menjaga semangat gotong royong, terutama dalam mitigasi bencana di wilayah Tanjungsari. Acara Bersih Dusun ini tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga momentum doa bersama agar seluruh warga, baik petani, pedagang, maupun pegawai, diberikan kelancaran rezeki, kesehatan, dan ketenteraman di tahun-tahun mendatang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya luhur tetap lestari sekaligus mampu membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berbudaya.


