Beranda / Daerah / Sambut Kaper BKKBN DIY Baru, Sri Paduka Ingatkan Pentingnya Kolaborasi

Sambut Kaper BKKBN DIY Baru, Sri Paduka Ingatkan Pentingnya Kolaborasi

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Resmi mulai bertugas di DIY, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menerima silaturahmi Rohina, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY yang baru, pada Senin (25/05). Bertempat di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Sri Paduka menyambut hangat dimulainya perjalanan tugas Rohina di DIY sekaligus berpesan untuk senantiasa mengedepankan kemitraan atau kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program kependudukan dan keluarga berencana.

“Kalau di sini, kita lebih mengedepankan kemitraan, kolaborasi. Karena kami juga tidak bisa sendirian dalam menjalankan program terkait kependudukan. Kalau sendiri-sendiri tidak bisa, sulit. Jadi nanti mudah-mudahan ke depan, kita bisa berkolaborasi,” tutur Sri Paduka.

Selain itu, Sri Paduka pun menyampaikan agar berbagai peninggalan program dari pejabat sebelumnya yang masih bisa ditingkatkan, diharapkan dapat terus dikembangkan. Adapun untuk capaian-capaian yang telah diraih sejauh ini, diharapkan dapat dipertahankan.

“Selamat bertugas Ibu. Tetap semangat, kita bersama-sama,” ujar Sri Paduka.

Menanggapi pesan Sri Paduka, Kaper BKKBN DIY, Rohina mengungkapkan, pihaknya menyadari bahwasannya BKKBN pun tidak bisa bekerja sendiri. Dalam menjalankan tugasnya, pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah termasuk stakeholder yang ada di Jogja.

“Tentunya saya memerlukan dukungan dalam mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045 sebagaimana diharapkan Bapak Presiden. Karena itu, kolaborasi antara Kementerian Kependudukan dan Pemerintah Daerah menjadi hal pokok,” kata Rohina.

Terkait penanganan stunting ke depan, Rohina menilai validitas data menjadi hal utama yang harus dipersiapkan. Dengan data yang akurat, berbagai program dan pelaporan dapat dilaksanakan secara rinci dan tepat sasaran. Ia menegaskan, tanpa dukungan data yang valid, pelaksanaan program akan sulit berjalan optimal.

“Tentunya saya bersama teman-teman akan menyiapkan data yang valid terkait stunting agar penanganannya lebih terarah. Dari data tersebut nantinya akan terlihat dukungan apa saja yang perlu melibatkan pihak-pihak terkait. Karena penanganan stunting pada dasarnya lebih baik dilakukan melalui upaya pencegahan. Untuk makan bergizi sudah ada program MBG, namun persoalan lain, seperti jamban yang tidak sehat maupun ketersediaan air bersih, inilah yang masih perlu kita kerja samakan,” pungkas Rohina.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *