Beranda / Politik / Almuzzammil Yusuf: Jendral Ryamizard Ryacudu, Putra Lampung yang Wafat di Hari Terbaik untuk Seorang Patriot

Almuzzammil Yusuf: Jendral Ryamizard Ryacudu, Putra Lampung yang Wafat di Hari Terbaik untuk Seorang Patriot

Presiden PKS Almuzzammil Yusuf didampingi Kepala Kantor Staf Presiden PKS Pipin Sopian menghadiri pemakaman Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
Presiden PKS Almuzzammil Yusuf didampingi Kepala Kantor Staf Presiden PKS Pipin Sopian menghadiri pemakaman Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

JAKARTA,REDAKSI17.COM— Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan RI periode 2014-2019, yang berpulang pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, dalam usia 76 tahun.

Almuzzammil hadir langsung di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata untuk mengikuti prosesi pemakaman militer dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Bagi Bang Jamil, sapaan akrabnya, kehadiran ini bukan agenda protokoler pimpinan partai semata. Ini adalah bentuk penghormatan terakhir bagi sesama putra daerah Lampung yang mewakafkan jiwa dan raganya untuk NKRI.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Sebagai sesama putra Lampung, saya merasakan kehilangan ini begitu dekat. Jendral Ryamizard bukan hanya milik dunia militer Indonesia. Beliau adalah kebanggaan Bumi Ruwa Jurai yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk NKRI,” ujar Almuzzammil.

Bang Jamil yang lahir di Tanjung Karang dan selama lima periode mewakili Dapil Lampung I di DPR RI, menyebut nama Ryacudu bukan sekadar nama seorang tokoh militer, melainkan nama yang sudah menjadi bagian dari tanah Lampung itu sendiri.

Ayah almarhum, Mayjen TNI Musannif Ryacudu, adalah tokoh kesohor Sumatra Selatan dan Lampung yang namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit di Kotabumi dan nama jalan di Palembang yang melintasi Jembatan Ampera. Mayjen Musannif Ryacudu bahkan dikenal memiliki garis keturunan ulama penyebar Islam di Lampung.

“Keluarga Ryacudu adalah keluarga yang mengakar di Lampung. Ayah beliau, Mayjen Musannif Ryacudu, pejuang kemerdekaan yang kini juga bersemayam di TMP Kalibata. Hari ini putranya menyusul ke tempat yang sama. Ini adalah kesempurnaan pengabdian,” tutur Almuzzammil.

Almuzzammil turut mengapresiasi penghormatan negara yang diberikan kepada almarhum. Pagi ini, Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, untuk memberikan penghormatan terakhir.

Jenazah almarhum kemudian dimakamkan secara militer di TMP Kalibata Blok M/117, dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai inspektur upacara.

“Penghormatan militer penuh ini adalah pengakuan yang tepat dan layak. Negara hadir untuk melepas seorang prajurit yang tidak pernah absen saat negara membutuhkannya,” tambahnya.

Yang tidak kalah bermakna bagi Almuzzammil adalah momen kepergian almarhum. Jendral Ryamizard wafat pada Minggu, 31 Mei 2026, sehari menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Sebuah momen yang terasa bukan sekadar kebetulan bagi mereka yang mengenal dedikasi almarhum terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Beliau pergi tepat di ambang Hari Lahir Pancasila. Seolah Allah mengizinkan seorang penjaga nilai-nilai bangsa untuk beristirahat justru di momen paling patriotik dalam kalender kebangsaan kita. Saya percaya ini adalah husnul khatimah bagi seorang prajurit sejati,” ucap Almuzzammil.

Ryamizard adalah lulusan Akabri 1974 dari kecabangan infanteri, pernah menjabat KSAD periode 2002-2005, dan dikenal sebagai sosok berkarakter tegas namun hidup sederhana. Ia juga merupakan teman satu angkatan Presiden Prabowo Subianto di militer, sebuah ikatan yang terus terjaga hingga akhir hayatnya.

Secara khusus, Bang Jamil turut mengenang kedekatan historis dan emosional antara PKS dengan almarhum. Ia menyoroti momen hangat ketika jajaran pimpinan PKS periode lalu melakukan Silaturahmi Kebangsaan langsung ke kediaman Ryamizard beberapa waktu lalu.

“Kami di PKS memiliki kenangan yang sangat berkesan dengan beliau. Saat pimpinan PKS bersilaturahmi ke kediaman beliau, almarhum menyambut kami dengan sangat hangat, terbuka, dan penuh rasa kekeluargaan. Kami berdiskusi panjang lebar dan mendapat banyak nasihat kebangsaan dari beliau,” kenang Almuzzammil.

Menurutnya, wejangan almarhum tentang pentingnya memperkokoh persatuan dan semangat bela negara sangat sejalan dengan napas perjuangan PKS. “Nasihat beliau agar seluruh elemen bangsa bersatu menjaga keutuhan NKRI terus membekas dan menjadi bekal berharga bagi kami,” tegasnya.

Almuzzammil mengakhiri pernyataannya dengan doa dan pesan kebangsaan.

“Semoga Allah SWT merahmati almarhum, meluaskan kuburnya, dan menjadikannya taman dari taman-taman surga. Kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya Ibu Nora Tristyana dan seluruh putra-putri almarhum, PKS menyampaikan belasungkawa yang tulus.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *