
SERANG,REDAKSI17.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Banten secara resmi menerima kunjungan Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri dalam rangka pelaksanaan penelitian strategis kewilayahan. Kegiatan yang bergulir pada Selasa (02/06/2026) ini difokuskan pada dua agenda besar, yakni optimalisasi pemberantasan tindak pidana korupsi di daerah serta penguatan peran Polri dalam mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 2 hingga 5 Juni 2026.
Rombongan Tim Puslitbang Polri ini dipimpin langsung oleh Kombes Pol Ida Bagus Made, S.I.K., M.M., selaku Ketua Tim, dengan didampingi oleh narasumber ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bintang Dwitya Cahyono, S.E., M.SE., Sekretaris Tim Kompol Wibowo Saputra, S.Pd., S.I.K., beserta sejumlah anggota tim lainnya.
Dalam sambutan pembukanya, Kombes Pol Ida Bagus Made menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan dan sambutan hangat yang diberikan oleh jajaran Polda Banten.
“Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan dan sambutan yang hangat dari jajaran Polda Banten. Kami berharap kegiatan penelitian ini dapat terlaksana dengan lancar dan memberikan manfaat bagi institusi Polri sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depan,” ungkap Kombes Pol Ida Bagus.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa penelitian kali ini mengangkat dua tema strategis. Tema pertama menitikberatkan pada optimalisasi pelaksanaan fungsi pemberantasan tindak pidana korupsi di tingkat kewilayahan, yang ditinjau dari tiga aspek krusial: sumber daya manusia, pola pikir personel, dan tata kelembagaan. Kombes Pol Ida Bagus menyoroti sejumlah tantangan di lapangan, mulai dari keterbatasan personel, kompetensi yang belum merata, hingga kecenderungan pola pikir yang masih berorientasi pada penindakan ketimbang langkah pencegahan.
“Selain itu, belum adanya struktur kelembagaan Kortastipidkor di tingkat Polda juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas koordinasi dan jangkauan pelaksanaan tugas,” jelasnya menjabarkan akar permasalahan.
Sementara itu, untuk tema kedua, penelitian ini berfokus penuh pada optimalisasi peran Polri dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis. Program ini dinilai sebagai bagian integral dari upaya pemenuhan gizi masyarakat demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang memerlukan peningkatan, sekaligus merumuskan solusi inovatif agar pelaksanaan program pemenuhan gizi di bawah naungan Polri dapat berjalan semakin efektif dan efisien.
“Harapannya, hasil penelitian ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja SPPG serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis dan terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Menyambut inisiatif tersebut, Kapolda Banten yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kabagbinkar Biro SDM Polda Banten, AKBP Oky, menegaskan komitmen penuh institusinya dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Tim Puslitbang Polri.
“Polda Banten siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan penelitian ini. Kami berharap hasilnya dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif dan aplikatif guna meningkatkan efektivitas tugas Polri, baik dalam pemberantasan korupsi maupun mendukung program strategis pemerintah,” tegas AKBP Oky. Ia juga mengimbau seluruh responden untuk menyajikan data dan informasi secara objektif agar hasil penelitian benar-benar merepresentasikan kondisi faktual di lapangan.
Setelah merampungkan sesi penerimaan dan pemaparan materi, Tim Puslitbang Polri langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan pengecekan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah hukum Polda Banten. Peninjauan fisik ini dilakukan untuk memverifikasi kesiapan operasional, efektivitas pelaksanaan, serta kualitas layanan pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat.
Dalam inspeksi tersebut, tim secara saksama memeriksa standar keamanan pangan, kelayakan fasilitas dapur, kualitas gizi makanan yang diproduksi, hingga kelengkapan administrasi seperti sertifikat laik higienis, sertifikat halal, dan hasil uji laboratorium air bersih. Tidak berhenti di situ, tim juga melaksanakan supervisi, wawancara mendalam, serta pengisian kuesioner bersama pengelola SPPG. Langkah komprehensif ini diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai kesiapan serta tantangan operasional Program Makan Bergizi Gratis di lapangan, yang pada akhirnya akan menjadi bahan rekomendasi strategis bagi pimpinan Polri di tingkat pusat.



