Beranda / Daerah / Pesan Sri Sultan Bagi Diaspora DIY: Pergi untuk Tumbuh, Kembali untuk Memberi

Pesan Sri Sultan Bagi Diaspora DIY: Pergi untuk Tumbuh, Kembali untuk Memberi

 

Jakarta,REDAKSI17.COM – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berpesan kepada segenap diaspora DIY, bahwa diaspora sejati bukanlah mereka yang meninggalkan tanah kelahiran lalu melupakannya. Sebaliknya, diaspora adalah mereka yang bertumbuh di perantauan dan kembali untuk menghadirkan manfaat bagi tanah yang telah membesarkan mereka.

Pesan tersebut disampaikan Sri Sultan saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahmi Gubernur DIY dengan Diaspora DIY yang digelar di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Sabtu (06/06) malam. Menurut Sri Sultan, sejarah telah membuktikan bahwa diaspora merupakan sebuah fenomena kekuatan. Diaspora dinilai mampu membawa nilai-nilai dan identitas daerah asal ke panggung global, sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah melalui gagasan, pengalaman, dan jejaring yang dimiliki.

“Lalu, apa yang bisa kita pelajari dari sejarah ini? bahwa diaspora sejati, bukan mereka yang pergi lalu melupakan. Diaspora sejati, adalah mereka yang pergi untuk tumbuh, lalu kembali, dalam bentuk apa pun, untuk memberikan buah dari  pertumbuhannya, kepada tanah yang pernah membesarkan mereka,” pungkas Sri Sultan.

Sri Sultan berharap, diaspora DIY dapat berkontribusi melalui lima peran utama, yakni menjadi jembatan gagasan, penggerak ekonomi, connector, pengajar dan mentor, serta “tlatah Yogyakarta yang bergerak”. Melalui berbagai peran tersebut, diaspora DIY diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah sekaligus menjaga dan menghidupkan nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta di mana pun mereka berada.

“Jadilah “jembatan gagasan” yang membawa perspektif nasional untuk memperkaya pembangunan DIY, jadilah “penggerak ekonomi” yang menginvestasikan modal dan kepercayaan pada ekosistem Yogyakarta, jadilah “connector” yang membuka pintu-pintu strategis yang belum terjangkau oleh tangan-tangan di Yogyakarta, hadirlah sebagai “pengajar dan mentor”, sebab mulih tidak selalu harus berwujud fisik. Dan di atas segalanya, jadilah “tlatah Yogyakarta yang bergerak” merawat bahasa, rasa, dan nilai luhur yang pernah ibu-bapak kita tanamkan, agar keistimewaan Yogyakarta, terus hidup di setiap hati yang pernah merasakan tanah Mataram,” ungkap Sri Sultan.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk menyambung rasa dan merajut silaturahmi antara diaspora DIY dengan Pemerintah Daerah DIY, sekaligus melahirkan gagasan-gagasan yang dapat diwujudkan demi kemajuan DIY yang inklusif, inovatif, dan lestari. “Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhai seluruh niat dan ikhtiar kita dalam membangun Daerah Istimewa Yogyakarta. Menuju terwujudnya “Jogja Istimewa”, demi sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemuliaan rakyat,” tutup Sri Sultan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Komunikasi Diaspora DIY, Suryo Purnomo mengungkapkan, diaspora DIY bersama berbagai pihak secara konsisten menggelar beragam kegiatan untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya Yogyakarta. Menurutnya, upaya tersebut penting dilakukan mengingat derasnya arus globalisasi yang berpotensi menggerus rasa bangga generasi muda terhadap seni dan budaya daerah.

Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi pagelaran seni budaya seperti ketoprak Mataram, wayang kulit, sandiwara angkringan Jogja, pagelaran musik campursari, gelar seni budaya Yogyakarta, kirab budaya Yogyakarta, diskusi seni budaya, pentas karawitan, hingga pameran dan bazar UMKM yang menampilkan kuliner serta kerajinan khas Yogyakarta. Selain itu, diaspora DIY juga mencatatkan sejumlah capaian, di antaranya pemecahan rekor MURI pagelaran campursari non-stop selama 6×24 jam dan penyelenggaraan pagelaran wayang kulit 15 hari 15 malam tanpa henti di Anjungan DIY.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan bisa membuat guyub baru bagi warga diaspora DIY, yang sekaligus melestarikan seni budaya jogja sebagai kebangaan dan identitas tanah leluhur kita,” harapnya. 

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *