Yogyakarta,REDAKSI17.COM– Kompetisi antar-perguruan tinggi yang kian ketat di tingkat nasional maupun global menuntut Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk terus berbenah. Isu strategis tersebut menjadi salah satu poin utama yang dibahas pada pertemuan antara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan jajaran Majelis Wali Amanat (MWA) UGM periode 2026–2031.
Diterima pada Selasa (09/06) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, rombongan yang dipimpin langsung oleh Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, ini melakukan koordinasi sekaligus menyerap arahan strategis dari Sri Sultan. Pertemuan ini bernilai penting mengingat Sri Sultan juga merupakan anggota tetap (eks-ofisio) dari lembaga tertinggi di universitas tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan memberikan catatan mengenai pentingnya menjaga soliditas dan menyelesaikan berbagai urusan tata kelola di internal kampus. Menurut Sultan, manajemen yang bersih dan tuntas merupakan fondasi utama bagi universitas untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan ke depan.
“Bagi satu kampus kan itu jadi penting, disamping internalnya diselesaikan. Kalau ada aspek sesi manajemen atau apa yang belum clear ya, diselesaikan aja. Supaya, kokoh, gitu. Karena kan kompetisi antarkampus kan juga sudah terjadi,” tegas Sri Sultan.
Selain aspek manajemen, peningkatan kapasitas akademik para tenaga pendidik juga tidak luput dari perhatian Gubernur DIY tersebut. Sri Sultan mendorong adanya inovasi berupa ruang publikasi yang rutin agar para dosen semakin kaya akan pengalaman akademis yang diakui.
“Ya, kita dialog aja. Ya, bagaimana UGM bisa meningkatkan kapasitas, kualitas produk, caranya apa ya mungkin bikin buletin, kan gitu. Supaya dosen-dosen itu juga punya pengalaman secara akademik, kan gitu,” tambah Sri Sultan.
Lebih jauh, Sultan menaruh harapan besar agar kepengurusan MWA yang baru ini mampu menjawab ekspektasi dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat luas. Keterbukaan informasi dan tata kelola yang bertanggung jawab menjadi kunci utama dalam memimpin universitas di era modern.
“Untuk WMA Nanti harapannya ke depan ya, itu. Kita bisa lebih terbuka gitu loh. Membangun akuntabilitas gitu. Itu aja. Karena tuntutan publik kan juga sudah sampai di situ,” pungkas Sri Sultan.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Kepatihan ini sekaligus menjadi momen perkenalan formasi baru MWA UGM sebelum resmi mengemban tugas. Pihak universitas memandang audiensi ini sebagai langkah krusial untuk menyelaraskan langkah kelembagaan.
Rektor UGM, Ova Emilia, menjelaskan bahwa kehadiran mereka bertumpu pada kapasitas Sri Sultan yang melekat sebagai bagian dari internal MWA. Arahan-arahan dari Sri Sultan dinilai sangat diperlukan sebagai kompas arah gerak UGM ke depannya.
“Iya, ini kan saya yang menemani teman-teman dari Majelis Wali Amanat UGM, dimana Ngarsa Dalem kan juga anggota Majelis Wali Amanat yang memang tetap. Sehingga ini kami melakukan semacam audiensi untuk mendapatkan informasi, arahan-arahan yang memang diperlukan untuk UGM kedepannya,” jelas Ova.
Sebanyak 16 anggota MWA UGM periode terbaru ini sebenarnya telah resmi ditetapkan melalui Rapat Pleno Khusus Senat Akademik. Saat ini, pihak kampus tengah mematangkan persiapan prosesi pelantikan yang akan digelar oleh pemerintah pusat.
“Belum dilantik, tapi SK-nya sudah turun tanggal 3 Juni. Untuk rencana pelantikan kelihatannya minggu ini mungkin ya, karena pelantikan nanti oleh pemerintah di Jakarta,” imbuh Ova.
Ketika dikonfirmasi mengenai kehadiran Gubernur DIY dalam agenda tersebut, Ova mengatakan, “Iya, InsyaAllah.”
Humas Pemda DIY




