BATANG,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian akibat berbagai krisis global, termasuk konflik bersenjata yang terus meluas di Timur Tengah. Dalam kondisi tersebut, Indonesia diminta memperkuat persatuan, meningkatkan efisiensi, serta menutup berbagai kebocoran agar mampu menghadapi dampak ekonomi dan geopolitik dunia.Menurut Presiden, ancaman yang dihadapi dunia bukan persoalan kecil.
Perang yang terjadi di berbagai kawasan memiliki dampak besar terhadap stabilitas global, sehingga seluruh elemen bangsa harus memiliki kesiapan mental sekaligus menjaga ketahanan nasional.
“Krisis dunia bukan krisis yang ringan. Krisis dunia nyata. Perang itu sangat berbahaya dan dahsyat. Untuk itu kita harus kompak,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya saat menghadiri acara akad massal 62.710 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).
Orang nomor satu di Indonesia itu menegaskan, situasi global menuntut pemerintah dan seluruh masyarakat untuk mengelola sumber daya secara lebih bijaksana.
Efisiensi anggaran, penghematan, ketelitian dalam pengelolaan keuangan negara, hingga pemberantasan kebocoran menjadi langkah penting agar Indonesia tetap mampu bertahan di tengah tekanan dunia.
“Kita bersyukur dengan semua yang kita punya. Untuk itu kita harus lebih efisien, kita harus lebih hemat, kita harus lebih teliti, kita harus tekan semua kebocoran. Kita harus tekan semua kebocoran, karena dunia dalam keadaan yang sangat-sangat tidak menentu,” tegasnya.
Presiden juga menyinggung eskalasi konflik di Timur Tengah yang menurutnya berpotensi berlangsung lebih lama dan meluas.
Karena itu, Indonesia perlu mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan dampak yang ditimbulkan, baik terhadap perekonomian, perdagangan, maupun stabilitas global.
“Perang di Timur Tengah kita harus siap mental bahwa akan panjang, akan meluas, akan tambah buruk,” ujarnya.
Meski demikian, Prabowo menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menghadapi tantangan tersebut.
Kekayaan sumber daya alam, jumlah penduduk yang besar, serta potensi ekonomi nasional dinilai menjadi kekuatan utama selama dikelola secara efektif dan bertanggung jawab.
“Kita bersyukur potensi kita sangat besar. Kita akan menghadapi kesulitan, tapi kita banyak jalan keluar. Sumber daya kita sangat besar. Tinggal bagaimana kita kelola dengan baik,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras membangun bangsa.





