Mergangsan,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PDM dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta di Panti Asuhan Yatim (PAY) Putra Muhammadiyah Lowanu, Jumat (12/6).
Kerjasama tentang pengelolaan lingkungan hidup berbasis pemberdayaan masyarakat ini ditandatangani oleh Kepala DLH Kota Yogya, Rajwan Taufiq dan Ketua MLH PDM Kota Yogya, Hery Setiyawan yang disaksikan oleh Ketua PDM Kota Yogya, Aris Madani. Dalam PKS tersebut, kedua pihak sepakat untuk bersinergi dalam kegiatan pelestarian lingkungan, pengelolaan sungai, edukasi dan kampanye lingkungan kepada masyarakat, pemberdayaan relawan lingkungan, serta penguatan partisipasi warga melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang berwawasan lingkungan.

Penandatanganan
“Hari ini kita melakukan kerja sama antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan Muhammadiyah dalam pengelolaan lingkungan. Temanya memang lebih dikhususkan ke sungai, khususnya Sungai Code. Karena itu kami melibatkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah, warga masyarakat sekitar, UAD, serta berbagai pihak lainnya. Ke depan KKN juga akan diarahkan menjadi bertematik kebersihan sungai,” ujar Rajwan.
Pihaknya menyebutkan salah satu fokus utama kerja sama adalah pengelolaan dan pelestarian Sungai Code melalui berbagai program edukasi, pendampingan masyarakat, hingga kegiatan aksi nyata di lapangan.

Bersih-bersih sungai
Selain pengelolaan sungai, kerjasama juga mencakup upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Rajwan menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mewujudkan Kota Yogyakarta yang aman, sehat, resik, dan indah.
“Menjaga lingkungan itu harus melibatkan banyak stakeholder. Tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri. Dukungan dari Muhammadiyah, kampus, para ahli lingkungan, dan masyarakat menjadi kekuatan bersama untuk mengelola lingkungan Kota Yogyakarta menjadi lebih baik,” katanya.
Kegiatan ini bertajuk Merawat Lingkungan Merawat Peradaban Kota Yogyakarta meliputi reresik Sungai Code, penanaman simbolis pohon Air Mata Pengantin (Antigonon leptopus) serta deklarasi bersama terkait melestarikan sungai sehat dan masyarakat anti narkoba.

Penanaman pohon
Ketua PDM Kota Yogyakarta, Aris Madani, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan, khususnya kawasan sungai di Kota Yogyakarta.
“Kegiatannya berupa bersih-bersih Sungai Code dan penanaman pohon. Selain itu juga ada penandatanganan kerja sama antara DLH dan MLH sebagai komitmen bersama untuk kegiatan lingkungan hidup ke depan,” ujarnya.
Menurut Aris, kerja sama yang telah ditandatangani tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi akan ditindaklanjuti melalui berbagai program konkret. Salah satunya dengan pembentukan satuan tugas yang akan mengawal berbagai agenda pelestarian lingkungan.

Resik-resik sungai melibatkan mahasiswa
Dalam pelaksanaannya, program tersebut juga melibatkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Nanti akan ada kegiatan-kegiatan lanjutan untuk melaksanakan komitmen tersebut. Kami juga akan membentuk satgas dan melakukan penataan lingkungan di sekitar panti asuhan. Mudah-mudahan ke depan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Aris juga menjelaskan fokus utama kerja sama tersebut adalah pengelolaan sungai agar menjadi lebih bersih dan sehat. Menurutnya, sungai yang terawat tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga berpotensi mendukung sektor ekonomi dan pariwisata.
“Harapannya Sungai Code bisa menjadi contoh pengelolaan sungai yang baik, tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga bagi daerah lain. Dampaknya tentu akan meluas ke berbagai sektor, termasuk ekonomi dan pariwisata,” ungkap Aris.