Sleman,REDAKSI17.COM – Sebanyak 99 masyarakat di DIY menerima Penghargaan Donor Darah Sukarela 75 Kali PMI DIY Tahun 2026 yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X pada Minggu (14/06). Dalam sambutannya, Sri Paduka menegaskan, capaian 75 kali donor darah bukanlah sekadar angka, melainkan cerminan disiplin, kesediaan menjaga kesehatan, kepekaan sosial, dan kesetiaan terhadap panggilan kemanusiaan.
“Karena itu, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh penerima Penghargaan Donor Darah Sukarela 75 kali PMI DIY Tahun 2026. Saudara sekalian telah membuktikan bahwa kepedulian bukan semata-mata ucapan, melainkan perbuatan yang diulang dengan kesadaran dan ketulusan,” tutur Sri Paduka kepada para penerima penghargaan di Atrium Shinta, Sleman City Hall.
Menurut Sri Paduka, donor darah adalah tindakan sederhana dalam bentuknya, tetapi besar dalam maknanya. Darah yang didonorkan mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk diambil, tetapi bagi seseorang yang sedang terbaring di ruang perawatan, bagi pasien yang menjalani operasi, bagi ibu yang menghadapi persalinan berisiko, atau bagi korban kecelakaan, darah itu dapat menjadi batas antara harapan dan kenyataan.
Sri Paduka pun mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi, atau capaian kelembagaan. Kemajuan juga tampak dari seberapa kuat warganya saling menjaga, saling menopang, dan saling memberi kehidupan.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan kepada kita semua dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan,” pungkas Sri Paduka.
Senada dengan Sri Paduka, Ketua PMI DIY, GBPH. H. Prabukusumo mengungkapkan, menjadi pendonor darah sebanyak 75 kali bukanlah sebuah perjalanan yang singkat. Setiap tetes darah yang telah didonasikan selama puluhan tahun ini, telah menyambung napas, mengembalikan senyuman, dan juga menyambung harapan hidup bagi begitu banyak warga, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Daerah istimewa Yogyakarta dikenal sebagai daerah yang sarat dengan nilai gotong royong dan kemanusiaan. Apa yang telah Bapak/Ibu tunjukkan selama puluhan tahun ini, puluhan kali mendonorkan darah adalah wujud tertinggi dari nilai kebudayaan dan kepedulian sosial tersebut. Tanpa pernah tahu siapa yang menerima darah dari Bapak/Ibu sekalian, tanpa memandang latar belakang, murni bergerak atas dasar cinta kasih sesama manusia,” ucap Gusti Prabu.
Lebih lanjut, dituturkan Gusti Prabu bahwa piagam penghargaan yang diserahkan kali ini, tentu tidak akan pernah cukup untuk membalas ketulusan para pendonor darah. Namun, piagam ini diharapkan dapat menjadi sebuah simbol kehormatan, pengingat akan kebaikan para pendonor darah, dan dapat memberi inspirasi bagi generasi muda di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Semoga Bapak/Ibu sekalian sebagai pendonor darah dan semua yang hadir senantiasa diberikan kesehatan yang prima, umur yang panjang, umur yang penuh dengan berkah, serta kebahagiaan lahir dan batin,” ujar Gusti Prabu.
Atas nama PMI DIY, Gusti Prabu juga tak hanya menghaturkan rasa hormat, terima kasih yang sebesar-besarnya, dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pendonor darah sukarela 75 kali di DIY. Rasa hormat dan terima kasih turut disampaikan kepada PMI se-DIY atas dedikasinya selama ini dalam memfasilitasi dan memberikan pelayanan tanpa mengenal lelah. “Semoga semangat kemanusiaan hari ini terus menyala di hati kita semua,” harap Gusti Prabu.
Sementara itu, Ketua Bidang Pelayanan Darah PMI DIY, dr. Suryanto, Sp.Pk., Subsp. HK(K) dalam laporannya menyebutkan, donor darah sukarela merupakan pendonor yang memberikan darah, plasma, atau komponen darah lainnya atas kehendaknya dan tidak menerima pembayaran baik dalam bentuk tunai atau hal lainnya. Pada kesempatan ini, PMI DIY memberikan penghargaan kepada 99 orang pendonor darah yang berasal dari pendonor darah PMI Kabupaten Bantul sejumlah 10 orang, PMI kabupaten Gunungkidul sejumlah 13 orang, PMI Kabupaten Kulon Progo sejumlah 11 orang, PMI Kabupaten Sleman sebanyak 18 orang, dan PMI Kota Yogyakarta berjumlah 47 orang.
“Kami berharap para penerima penghargaan dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi masyarakat luas, khususnya bagi generasi muda agar turut berpartisipasi dalam gerakan donor darah sukarela,” papar dr. Suryanto.
Diselenggarakan bertepatan dengan Hari Donor Darah Sedunia, peringatan ini pun diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa donor darah adalah tanggung jawab bersama. Selain itu, kegiatan ini sekaligus untuk memperkuat jejaring kemanusiaan antara PMI, pemerintah daerah, instansi, dan masyarakat dalam upaya mewujudkan kemandirian stok daerah nasional.
Suprihatin, salah satu penerima Penghargaan Donor Darah Sukarela 75 Kali PMI DIY Tahun 2026 asal Gunungkidul, mengaku dirinya pertama kali melakukan donor darah pada tahun 1993. Kini di usianya yang telah menginjak 66 tahun, ia merasa, dari donor darah yang rutin dijalankan ini, telah berdampak baik bagi kesehatan tubuhnya.
“Rasanya donor darah itu sangat baik untuk kesehatan. Meskipun darah diambil saat donor, saya justru merasa tubuh tetap sehat. Alhamdulillah, sampai usia 66 tahun tekanan darah saya masih normal, sekitar 120/80. Buat saya donor darah rutin turut membantu menjaga kondisi kesehatan saya,” terang Suprihatin.
Suprihatin sendiri mengikuti donor darah karena ingin membantu sesama yang membutuhkan. Menurutnya, sebagai manusia ia ingin memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang memerlukan bantuan.
Humas Pemda DIY





