Pakualaman,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Baznas Kota Yogyakarta kembali melaksanakan program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Kali ini bantuan diberikan kepada dua keluarga, yakni keluarga Agoes Soetono dan Murti Andrini di RT 05 RW 01 Jalan Jagalan Ledoksari, Kelurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Minggu (14/6).
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meninjau langsung kondisi rumah penerima bantuan sekaligus melihat kondisi kawasan bantaran Sungai Code yang menjadi lokasi program tersebut. Ia mengatakan, program bedah rumah tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi bangunan warga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penataan kawasan bantaran sungai agar semakin sehat dan tertata.
“Ini daerah bantaran sungai. Saya ke sini sekaligus ingin melihat bagaimana program penataan kawasan tepi sungai ke depan. Jadi selain membantu rumah warga, kita juga melihat kondisi lingkungan di sekitar bantaran Code, khususnya wilayah Pakualaman,” ujarnya.
Menurut Hasto, kondisi rumah-rumah yang dikunjungi masih memerlukan perhatian serius. Selain mengalami kebocoran, beberapa bagian bangunan dinilai kurang sehat dan kurang layak huni.
“Saya kira hampir semua rumah yang kita datangi ini sangat memprihatinkan. Ada yang bocor, kurang sehat, kondisi dapurnya juga perlu perbaikan. Karena itu penanganannya tidak bisa parsial. Kebetulan ada dua rumah yang berdampingan sehingga kita selesaikan bersama-sama,” katanya.

Hasto Wardoyo meninjau langsung lokasi bedah rumah
Ia bersyukur program tersebut dapat terlaksana melalui semangat gotong royong terutama Baznas Kota Yogyakarta yang selalu memberikan support terhadap program-program pemerintah.
“Mudah-mudahan lancar, sukses, dan akhirnya rumah yang ditempati menjadi rumah yang sehat dan nyaman bagi penghuninya,” tambah Hasto.
Sementara itu, salah satu penerima bantuan bedah rumah, Murti Andrini, mengaku terharu dan tidak menyangka pengajuannya akhirnya mendapat persetujuan setelah beberapa kali mengusulkan bantuan serupa.
“Saya benar-benar nggak nyangka. Sudah berkali-kali ikut mengajukan tapi belum pernah lolos. Tahu-tahu kali ini tidak lama setelah pengajuan langsung ada tinjauan dan bantuan. Saya senang sekali mewakili keluarga,” ungkapnya.

Penerima bantuan bedah rumah di depan rumah
Murti berharap perbaikan rumah yang dilakukan dapat mengatasi berbagai persoalan yang selama ini dialaminya, terutama kebocoran saat musim hujan.
“Harapannya kalau hujan nanti tidak bocor lagi. Yang diperbaiki terutama atap dan sebagian dinding rumah. Dindingnya masih ada yang dari triplek dan gedek. Semoga setelah diperbaiki rumah jadi lebih nyaman untuk ditempati,” tuturnya.
Melalui program bedah rumah yang didukung Baznas Kota Yogyakarta tersebut, Pemkot Yogya terus berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang sehat, aman, dan layak huni, terutama di kawasan bantaran sungai yang menjadi salah satu fokus penataan kota.
