Beranda / Daerah / 5 Kebo Bule Dilepas Keraton Solo Jelang Kirab Malam Satu Suro

5 Kebo Bule Dilepas Keraton Solo Jelang Kirab Malam Satu Suro

Solo,REDAKSI17.COM – Lima kebo bule keturunan Kyai Slamet milik Keraton Solo akhirnya dilepaskan dari kandang menjelang perayaan 1 Muharram atau Malam Satu Suro.
Setelah dikeluarkan dari kandang, kebo bule itu kemudian akan diarak untuk mengitari Keraton Solo menjelang kirab malam 1 Suro pekan depan.

Prosesi pelepasan kebo bule ini dalam rangka gladi Mahesa sebagai bagian dari persiapan menyambut Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960 pada Selasa (16/6) malam.

Serati Mahesa, Heri, mengatakan lima kebo bule itu akan dilepas selama dua hari. Sebelum akhirnya diistirahatkan, dan kembali dikeluarkan saat kirab malam 1 suro.

“Selama dua hari dikeluarkan, hari ini, sama besok. Buat latihan jalan, karena lama tidak keluar (kandang), biar kakinya lemas (peregangan). Biasanya lari (setelah dikeluarkan), tapi ini sepertinya kakinya kaku,” kata Heri kepada awak media, Sabtu (13/6/2026).

Saat dikeluarkan dari kandang, kebo bule itu dibiarkan berkeliaran di kawasan Alun-alun Kidul. Setelah itu, kelimanya diajak untuk mengelilingi Keraton, untuk peregangan.

“Ada lima ekor (yang dilepas). Betinanya 3 ekor, jantannya 2 ekor. Namanya paling tua Nyai Paing (13), Ponco, Watin, Mugi, dan paling kecil Suro (3). Ada yang birahi kayake, agak rewel, tapi besok sudah tidak. Biasa kalau 1-2 hari seperti itu,” ucapnya.

“Lima ekor kebo disiapkan untuk kirab 1 suro. Jadi dua hari ini keliling Keraton, Senin diistirahatkan, Selasanya ikut kirab,” ucapnya.

Untuk proses jamasan kerbau itu akan dilakukan pada sore sebelum kirab. Heri mengatakan, tidak ada pakan khusus pada kebo bule tersebut. Biasanya kebo itu hanya diberi makan berupa ketela, jagung, dan rumput.

Sementara itu, Juru Bicara Paku Buwono (PB) XIV Purbaya, KPA Singonagoro, menambahkan kebo bule keturunan Kyai Slamet selama ini menjadi bagian penting dari prosesi adat di Keraton. Rangkaian gladi tersebut merupakan bagian dari persiapan teknis untuk memastikan Mahesa dalam kondisi siap.

“Gladi Mahesa merupakan bagian dari rangkaian persiapan Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960 atas Dawuh Dalem Sri Susuhunan Paku Buwono XIV. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh tahapan yang berkaitan dengan prosesi kirab dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” kata KPA Singonagoro.

Dia mengajak seluruh abdi dalem, sentana dalem, dan masyarakat untuk turut menjaga ketertiban selama berlangsungnya rangkaian persiapan hingga pelaksanaan Hajad Dalem.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari Gladi Mahesa hingga pelaksanaan Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro, dapat berjalan lancar, aman, dan khidmat. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menghormati jalannya prosesi adat yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *