Yogyakarta,REDAKIS17.COM – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengucapkan selamat memasuki masa purna tugas kepada para PNS yang menerima Surat Keputusan untuk menjalani masa pensiun. Penyerahan SK Pensiun bagi PNS calon purna tugas periode Juli-Desember 2026 ini dilakukan pada Senin (15/06) di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta.
“Mengapa saya ucapkan ‘selamat’? Karena di balik itu, akan menjadi berkah’, ada awal, tentu ada akhir. Budaya Jawa mengisyaratkan ‘lir gumanti’ (silih berganti), sebuah perubahan pelan tapi pasti. Disebut pula sebagai proses ‘purwa-madya-wasana’, periode bayangan waktu, yang mau tidak mau harus kita jalani dengan penuh rasa syukur,” ungkap Sri Sultan dalam sambutannya.
Sri Sultan mengatakan, ada saat bekerja bersama, tapi ada saatnya pula untuk berpisah. Namun perpisahan dengan para PNS ini bukan dalam kehidupan, tapi dari birokrasi pemerintahan. Pada momen ini, Sri Sultan juga mengucapkan rasa terima kasih yang dalam, disertai penghargaan atas pengabdian dan loyalitas yang telah diberikan, selama menjalankan tugas kepemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan di lingkungan Pemda DIY.
“Segalanya yang telah Saudara-Saudara baktikan, yang kadang meninggalkan keluarga sebagai bentuk tanggung jawab jabatan, dapat menjadi bekal hidup di masyarakat, dan cermin keteladanan bagi ASN yang masih aktif. Dengan harapan, segala pengabdian ini tidak akan berakhir setelah masa pensiun tiba, tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk pengabdian masyarakat,” imbuh Sri Sultan.
Sri Sultan menuturkan, adalah sesuatu yang bersifat alami, jika ada masa datang, dan ada pula saatnya untuk pergi. Namun yang akan tetap menjadi kenangan adalah nama baik, karena prestasi, dedikasi dan loyalitas yang telah para PNS ini tinggalkan, agar bisa dilanjutkan oleh generasi penerus. “Saya berharap, semoga segala bentuk pengabdian itu, dapat menjadi kenangan indah di hari tua yang penuh dengan kebahagiaan dan ketenteraman hidup di tengah keluarga,” kata Sri Sultan.
Kepala BKD DIY, Hary Setiawan mengatakan, penyerahan SK Pensiun yang diselenggarakan hari ini adalah bagi PNS yang bekerja di lingkungan Pemda DIY, yang memasuki batas usia pensiun periode Juli-Desember 2026. Pada penyerahan SK Pensiun kali ini, masa kerja PNS yang paling lama adalah 40 tahun 7 bulan, dan dengan masa kerja paling sedikit ialah 12 tahun 3 bulan.
“Jumlah PNS yang menerima SK Pensiun kali ini sebanyak 237 orang, berasal dari 28 instansi di lingkungan Pemda DIY. Dengan rincian, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau eselon 2 sebaanyak 2 orang yakni Ibu Srie Nurkyatsiwi selaku Asisten Bidang Administrasi Umum Setda DIY dan Ibu Yuna Pancawati selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY,” paparnya.
Hary menuturkan, eselon 3 dan eselon 4 yang purna tugas pada periode ini sebanyak 19 orang. Sedangkan pejabat fungsional dan pelaksana yang akan memasuki purna tugas sebanyak 216 orang, di mana 138 orang di antaranya adalah guru.
“Para calon purna tugas ini pun telah mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan keistimewaan. Harapannya, pelatihan yang kami berikan ini dapat memberikan motivasi dan pengetahuan agar para pensiunan bisa tetap produktif dan bermanfaat bagi lingkungan, keluarga, dan masyarakat sekitarnya,” imbuhnya.
Asisten Bidang Administrasi Umum Setda DIY, Srie Nurkyatsiwi mewakili para PNS yang akan memasuki purna tugas mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan Pemda DIY untuknya maupun PNS yang lain berkarya. Baginya, merupakan kehormatan yang tidak ternilai karena dapat mengambil bagian dari Pemda DIY.
“Saya menganggap karir saya tidak hanya sebagai pekerjaan semata, melainkan panggilan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan masa depan DIY. Sebuah daerah yang bukan hanya menjalankan roda pemerintahan modern, tetapi juga memelihara marwah budaya, menjaga warisan kerajaan, menjaga harmoni tradisi dan kemajuan,” paparnya.
Siwi, panggilan akrabnya juga merasa tersanjung dapat menjadi saksi bagaimana harapan dapat tumbuh dari kerja bersama. Bagaimana ide-ide kecil menjadi langkah besar ketika dijalankan dengan kebersamaan. Serta bagaimana DIY selalu mengajarkan bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari bangunan yang berdiri, tetapi juga dari nilai-nilai kemanusiaan yang tetap terjaga.
“Saya mengucap syukur pernah menjadi bagian dari ikhtiar besar tersebut. Setiap langkah, setiap keputusan, setiap kerja bersama, telah menjadi pelajaran berharga yang akan saya bawa sepanjang hayat,” ucapnya sembari menangis haru.
HUMAS DIY



