Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Kenaikan harga Pertamax yang terjadi belum lama ini telah berimbas pada kondisi ekonomi masyarakat. Untuk itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono mengajak masyarakat untuk semakin bijak dalam mengelola pendapatan dengan hidup hemat.
“Ya kalau saya, kita ini jangan hidup boros. Ya kondisi memang penghasilannya tetap, ya mestinya dijaga bagaimana kebutuhan itu jangan diluar kemampuan. Karena hidup boros (juga) untuk apa, akhirnya beli yang tidak perlu, punya aset yang sebetulnya tidak perlu, untuk apa,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait efisiensi BBM yang dilakukan oleh Pemda DIY karena kenaikan BBM non subsidi, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengaku telah melakukan efisiensi penggunaan kendaraan dinas sejak sebelum harga BBM non subsidi naik. Efisiensi telah dilakukan Pemda DIY sejak adanya imbauan pemerintah pusat untuk melakukan penghematan energy.
“Sebenarnya untuk efisiensi penggunaan kendaraan dinas sudah kita lakukan pada saat kemarin saat ada imbauan untuk efisiensi yang berkaitan dengan pemakaian energy. Makanya kami juga ada (kebijakan) car free day. Di samping itu, sebenarnya desain anggaran kita (Pemda DIY) itu sudah sangat-sangat minimalis,” ungkapnya.
Made menjelaskan, kenaikan harga BBM non subsidi sebetulnya juga turut menyulitkan operasional Pemda DIY. Namun pihaknya memilih untuk mengelola anggaran yang ada dengan menggunakan aturan skala prioritas, tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat.
“Jadi yang perlu-perlu saja. Kalau butuh koordinasi tapi ternyata tidak harus datang, ya pakai zoom saja. Intinya kita kelola anggaran yang ada, kita atur cara pemanfaatan kendaraan dinas itu sendiri,” imbuhnya.
HUMAS DIY




