Beranda / Politik / DPW PPP Kaltim Akui Tantangan Regenerasi, Gamalis Rancang Rebranding untuk Menarik Generasi Muda

DPW PPP Kaltim Akui Tantangan Regenerasi, Gamalis Rancang Rebranding untuk Menarik Generasi Muda

Ketua DPW PPP Kaltim, Gamalis, saat diwawancarai mengenai langkah menarik minat anak muda untuk masuk ke partainya. (Foto: Ainur/Korankaltim.com)

 

SAMARINDA,REDAKSI17.COM – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Kaltim Gamalis mengakui partainya menghadapi tantangan besar dalam menarik minat generasi muda.

Citra PPP sebagai partai yang telah lama berdiri membuat sebagian kalangan muda kurang familiar dan kurang tertarik untuk bergabung dibandingkan dengan partai-partai nasionalis yang lebih agresif dalam membangun citra politik.

Salah dari kesulitan utama yang dihadapi PPP saat ini adalah persoalan regenerasi kader dan penguatan branding partai di tengah perubahan karakter pemilih, khususnya dari kalangan generasi muda.

“Kesulitan pertama adalah karena kita ini partai tua. Akibatnya, kawan-kawan muda dari generasi sekarang tidak terlalu familiar dengan partai ini. Mereka lebih mengenal dan tertarik pada partai-partai nasionalis,” kata Gamalis.

Kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang harus segera dijawab melalui langkah-langkah pembaruan termasuk memperkuat strategi komunikasi politik dan melakukan rebranding partai agar lebih relevan dengan perkembangan zaman.

PPP selama ini masih kerap dipersepsikan sebagai partai yang identik dengan kelompok usia senior.

Persepsi tersebut perlu diubah agar partai berlambang Ka’bah itu mampu menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam aktivitas politik dan kepartaian.

“Branding ini harus ditingkatkan. PPP dikenal sebagai partai tua. Bukan hanya partainya yang sudah berumur, tetapi orang-orangnya juga dianggap tua-tua. Ini yang harus diubah,” sebut Gamalis.

Sebagai bagian dari upaya regenerasi, Gamalis mendorong seluruh jajaran pengurus PPP di tingkat kabupaten/kota untuk mulai memberikan ruang lebih besar kepada kader-kader muda dalam struktur organisasi.

Keberadaan anak muda di posisi strategis akan membawa perspektif baru dalam mengembangkan partai. Komposisi kepengurusan ideal harus mengombinasikan pengalaman kader senior dengan kreativitas generasi muda.

Jika posisi ketua masih diisi kader senior, maka jabatan sekretaris dan bendahara sebaiknya dipercayakan kepada kader muda yang memiliki semangat dan gagasan segar.

“Dibeberapa cabang kami kembali menghidupkan kepengurusan dengan melibatkan anak-anak muda. Kalau ketuanya senior tidak masalah, tetapi sekretaris dan bendaharanya harus dari kalangan muda,” ujarnya.

Wakil Bupati Berau itu menegaskan, peran generasi muda sangat penting karena mereka memiliki cara pandang yang berbeda dalam membangun citra partai di era digital.

Pola komunikasi politik saat ini telah berubah jauh dibandingkan beberapa dekade lalu sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif.

“Ide-ide kami yang sudah senior ini tentu berbeda dengan cara berpikir anak-anak muda sekarang. Mereka lebih memahami bagaimana membranding partai, bagaimana menjual gagasan partai, dan bagaimana membuat partai menjadi pilihan masyarakat,” sebut Gamalis.

Dibutuhkan kerja keras serta konsistensi juga keterlibatan aktif kader muda dalam setiap lini organisasi agar PPP mampu beradaptasi dengan perubahan dinamika politik dan preferensi pemilih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *