UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mendorong Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Yogyakarta untuk menjadi role model dalam pengembangan usaha perempuan serta penguatan ekonomi daerah melalui berbagai program yang inovatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Wawan Harmawan saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) IWAPI Kota Yogyakarta Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (18/6).
Menurutnya, IWAPI sebagai wadah para pengusaha perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pariwisata, industri kreatif, serta pemberdayaan masyarakat.
“Melalui momentum ini, saya berharap IWAPI sebagai wadah para pengusaha perempuan Kota Yogyakarta mampu berkontribusi secara optimal dan profesional, tidak hanya dalam kehidupan berorganisasi, tetapi juga dalam pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Wawan.

Ia menilai Rakercab menjadi momentum penting untuk melahirkan program-program kerja yang konkret dan mampu menggerakkan potensi ekonomi masyarakat. Wawan mendorong anggota IWAPI untuk mengembangkan sektor-sektor unggulan Yogyakarta seperti pariwisata dan industri kreatif yang dinilai memiliki peluang besar untuk terus tumbuh.
Salah satu peluang yang dapat dilakukan adalah pengembangan merchandise resmi Kota Yogyakarta yang selama ini belum dimiliki secara khusus. Ia bahkan mengusulkan agar IWAPI dapat menginisiasi lomba desain merchandise khas Yogyakarta yang nantinya dapat menjadi oleh-oleh resmi daerah.
“Ini bisa menjadi salah satu program kerja yang kreatif dan berdampak. Ketika Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan kunjungan ke daerah lain, sudah ada produk resmi yang bisa dibawa sebagai identitas kota,” ujarnya.

Wawan juga mendorong pengembangan konsep gastronomi sebagai salah satu strategi penguatan sektor kuliner. Menurutnya, makanan khas Yogyakarta tidak hanya dijual sebagai produk kuliner, tetapi juga perlu dikemas dengan cerita dan nilai budaya sehingga mampu menjadi daya tarik wisata.
“Gastronomi saat ini menjadi tren yang mampu mendatangkan wisatawan. Produk-produk khas Yogyakarta seperti kipo, berbagai makanan tradisional keraton, hingga kuliner khas lainnya perlu terus dieksplorasi dan dikembangkan,” katanya.
Pihaknya berharap IWAPI Kota Yogyakarta dapat menjadi contoh bagi organisasi lainnya dalam membangun kolaborasi, mengembangkan UMKM, serta meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan ekonomi daerah. “Saya sangat berharap IWAPI Kota Yogyakarta menjadi role model, baik bagi organisasi lainnya maupun bagi pengusaha perempuan di daerah lain,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPC IWAPI Kota Yogyakarta, Indah Kurniawati mengatakan, Kota Yogyakarta memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi kreatif, pariwisata, kuliner, fesyen, dan jasa yang dapat dimanfaatkan oleh perempuan pengusaha.
Namun demikian, menurutnya para pelaku usaha juga menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan perilaku konsumen, digitalisasi bisnis, keterbatasan akses permodalan, serta tuntutan peningkatan kualitas produk dan layanan.

“Melalui Rakercab ini saya berharap lahir program-program yang inovatif, realistis, dan berdampak langsung kepada anggota. Program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar mampu meningkatkan omzet, memperluas jaringan usaha, memperkuat literasi digital dan keuangan, serta meningkatkan daya saing produk anggota IWAPI Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Indah juga mengajak seluruh anggota untuk memperkuat semangat kebersamaan dan saling mendukung dalam menjalankan organisasi agar IWAPI dapat terus melahirkan perempuan-perempuan pengusaha yang tangguh, mandiri, dan inspiratif.

Senada dengan itu, Ketua Umum DPD IWAPI DIY, Dr. Utik Bidayati mengungkapkan, pentingnya menjaga kekompakan, sinergi, dan kolaborasi dalam menjalankan organisasi. “Kita perlu terus membangun kolaborasi karena tidak semua hal bisa kita kerjakan sendiri. Dengan sinergi yang kuat, program-program yang dirancang akan lebih mudah diwujudkan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.