Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjanjikan kepastian hukum kepada investor guna menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulon Progo Sarji di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pihaknya bertekad menciptakan iklim investasi yang kondusif, kompetitif, dan berdaya saing tinggi.

“Langkah strategis ini diwujudkan melalui gelaran Forum Investasi Kulon Progo Maju. Forum ini bertujuan untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus memfasilitasi para investor domestik maupun mancanegara agar dapat menanamkan modalnya dengan aman, lancar, dan berkelanjutan di Kulon Progo,” kata Sarji.

Ia mengatakan DPMPTSP Kulon Progo berkomitmen menjadi jembatan yang solutif bagi dunia usaha.

Kehadiran para investor dari berbagai negara di Kulon Progo seperti China, Korea, dan Jepang, serta pengusaha nasional dari Surabaya menjadi bukti bahwa daya tariknya kian diperhitungkan di kancah internasional.

“Kami sangat bangga dan terhormat karena Bapak dan Ibu pelaku usaha riil sudah hadir dan menanamkan investasinya di Kulon Progo. Melalui forum ini, kita harapkan ada efek domino yang dirasakan langsung oleh masyarakat lokal, serta mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan,” ungkap Sarji saat forum

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan memastikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan karpet merah berupa kepastian hukum bagi para investor.

Mulai Juli mendatang, landasan hukum investasi ditargetkan sudah siap dan pada Agustus 2026 seluruh sistem perizinan akan terintegrasi secara daring melalui platform Online Single Submission (OSS).

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan minimnya investasi di masa lalu akibat belum adanya payung hukum yang kokoh.

“Kami menyadari Kulon Progo adalah wilayah yang belum banyak investasi masuk karena landasan hukumnya yang kemarin belum siap. Selama 1,5 tahun ini kami serius mempersiapkannya,” katanya.

Agung menjamin kemudahan investasi dari sisi kepastian hukum, di samping aksesibilitas prima berupa konektivitas tiga moda transportasi sekaligus, yaitu pesawat udara, kereta api, dan angkutan darat, yang tidak dimiliki daerah lain di DIY.

Lebih lanjut, Bupati Agung memaparkan pemetaan ruang strategis yang tertuang dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kulon Progo. Daerah ini memiliki beberapa kawasan premium, mulai dari kawasan industri di Sentolo, kawasan eksotis di utara Gelang Projo yang membidik sektor wellness dan experience tourism, hingga kawasan aerotropolis di sekitar Yogyakarta International Airport (YIA).

“Lompatan industri ini tetap berjalan beriringan dengan komitmen ketahanan pangan, di mana pemkab sukses mengamankan 87 persen lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B),” katanya.