
UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang guna mencegah hipertensi. Ajakan tersebut disampaikan seiring meningkatnya jumlah penderita hipertensi di Kota Yogyakarta.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, selama periode Maret hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 39.819 pasien hipertensi dalam perawatan. Sementara itu, jumlah pasien hipertensi baru mencapai 1.691 kasus, dan pasien hipertensi yang berhasil terkendali sebanyak 15.623 orang atau 40,98 persen.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Iva Kusdyarini, mengatakan hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan apabila tidak ditangani secara tepat.
“Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang dapat menjadi pemicu berbagai penyakit lainnya. Faktor risikonya ada yang tidak dapat dikendalikan seperti usia, jenis kelamin dan riwayat keluarga, namun banyak juga faktor risiko yang dapat dikendalikan melalui perubahan perilaku,” ujarnya.
Menurutnya, faktor risiko yang dapat dikendalikan antara lain kurang aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur, pola makan tinggi garam dan lemak, merokok, serta stres. Karena itu masyarakat diimbau untuk menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi makanan bergizi seimbang.
“Untuk hipertensi, konsumsi makanan tinggi garam menjadi salah satu faktor risiko utama. Oleh karena itu masyarakat perlu membatasi asupan garam, memperbanyak buah dan sayur, serta rutin berolahraga,” jelas dr. Iva saat diwawancarai, Senin (22/6).

Ia menjelaskan, peningkatan penemuan kasus baru hipertensi juga dipengaruhi oleh semakin gencarnya pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Melalui pemeriksaan tersebut, banyak ditemukan penderita hipertensi baru maupun pasien lama yang sebelumnya tidak rutin melakukan kontrol kesehatan.
Dinkes Kota Yogyakarta juga terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan angka hipertensi terkendali. Salah satunya melalui optimalisasi inovasi digital DASI PENSI DIKOTA (Dashboard dan Pengingat Pasien Hipertensi dan Diabetes Mellitus di Kota Yogyakarta) yang dikembangkan bersama Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES).
Inovasi digital tersebut saat ini telah diimplementasikan di 18 puskesmas di Kota Yogyakarta. Sistem ini berfungsi sebagai peringatan dini untuk memantau, mendeteksi, dan mengingatkan pasien agar rutin melakukan kontrol dan pengobatan.
“Melalui DASI PENSI DIKOTA, pasien akan menerima pengingat konsumsi obat dan jadwal kontrol melalui pesan singkat. Selain itu, tenaga kesehatan dapat memantau rekam medis pasien serta mendeteksi lebih dini potensi perburukan kondisi kesehatan,” ungkapnya.
Dengan demikian pengingat yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu membentuk perilaku dan kesadaran pasien untuk rutin memeriksakan kesehatan serta mengonsumsi obat secara teratur.
“Harapannya puskesmas dapat memanfaatkan dashboard dan sistem pengingat ini secara optimal sehingga capaian hipertensi terkendali dapat terus meningkat,” kata dr. Iva.
Ia menjelaskan bahwa target program pengendalian hipertensi adalah 80 persen penderita hipertensi terdiagnosis, 80 persen dari yang terdiagnosis menjalani perawatan rutin, dan 80 persen dari yang menjalani perawatan rutin dapat mencapai kondisi hipertensi terkendali. “Meski angka hipertensi terkendali di Kota Yogyakarta baru mencapai 40,98 persen hingga Mei 2026, capaian tersebut dinilai cukup baik dibandingkan angka Nasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Mantrijeron, Eny Purdiyanti mengatakan, inovasi DASI PENSI DIKOTA sangat membantu tenaga kesehatan di puskesmas.
“Selama ini tidak ada kendala yang berarti. Sistem ini membantu petugas melihat apakah pasien rutin kontrol atau tidak. Selain itu, menjadi dasar bagi kami untuk mengirimkan pesan pengingat kepada pasien agar datang kontrol sesuai jadwal,” ujarnya.