UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta melakukan pendataan sensus ekonomi 2026 secara door to door ke rumah warga, tempat usaha dan bangunan. Salah satunya mengunjungi Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta untuk melaksanakan sensus ekonomi pada Selasa (23/6/2026) sore. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menerima para petugas BPS Kota Yogyakarta dan menjadi responden sensus ekonomi 2026.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengucapkan terima kasih kepada BPS Kota Yogyakarta sudah menjalankan tugas untuk pendataan sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Termasuk pihaknya juga didata sensus ekonomi.
“Hari ini kami didata untuk di tempat tinggal di kota. Saya sudah sampaikan data-data yang tadi ditanyakan semuanya. Mulai dari yang tidak rahasia sampai yang rahasia saya sampaikan,” kata Hasto ditemui usai menjadi responden sensus ekonomi 2026 di Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta.

Hasto menegaskan kepada masyarakat bahwa dalam sensus ekonomi datanya sangat dirahasiakan. Oleh sebab itu pihaknya mengimbau masyarakat menerima petugas sensus ekonomi dan menjawab pertanyaan secara jujur. Hasto mengajak masyarakat untuk menggunakan kesempatan sensus ekonomi dengan bersedia didata untuk kevalidan nformasi dan data. Apalagi sensus ekonomi hanya 10 tahun sekali.
“Jangan ragu-ragu menerima petugas dengan senang hati. Kemudian menjawab pertanyaan dengan baik dan dengan jujur. Karena kerahasiaan data dijamin. Kalau seandainya ada masyarakat yang tidak bersedia didata, akan hilang informasi dalam sepuluh tahun ini. Kan sangat kita sayangkan,” tuturnya.
Menurutnya hasil pendataan sensus ekonomi itu akan bermanfaat untuk Pemkot Yogyakarta dalam menetukan kebijakan. Misalnya data-data yang menyangkut masalah penghasilan, kepemilikan aset, usaha akan menjadi profil tersendiri masyarakat yang tinggal di Kota Yogyakarta. Dari data itu akan dibuat kategori desil 1,2, 3 dan seterusnya.

“Kalau data itu banyak yang bisa dikelompokkan dalam bentuk desil mencerminkan keadaan kemampuan masyarakat, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, tentu kami lebih presisi di dalam memberikan suatu bantuan. Sekarang ini masih banyak yang merasa tidak mampu tapi tidak dibantu. Di sisi lain sering ada laporan yang sudah mampu kok dibantu. Dengan sensus ekonomi mudah-mudahan akan lebih memperhalus data,” jelas Hasto.
Sementara itu Kepala BPS Kota Yogyakarta Joko Prayitno menyampaikan sensus ekonomi untuk memotret semua kegiatan ekonomi di Indonesia. Kegiatan ekonomi dibagi usaha besar, menengah, UMKM dan usaha keluarga. Untuk sensus ekonomi pada usaha besar sudah dilakukan pendataan melalui email sejak 1 Mei 2026.Sedangkan untuk yang usaha UMKM, usaha rumah tangga keluarga dilakukan door to door dimulai 15 Juni- 31 Agustus 2026.
“Target kita ini jadi selain prelist usaha, itu adalah keluarga. Jadi semua bangunan kita datangi door to door. Di rumah itu kita data apakah ada kegiatan ekonomi. Kita juga menanyakan kondisi ekonomi keluarga, pendidikan dari anggota keluarga seperti apa. Jadi kita juga melakukan update dari data ekonomi keluarga. Jadi kita bisa tahu bukan hanya kegiatan ekonomi, tapi kondisi masyarakat seperti apa,” terang Joko usai mendampingi petugas sensus ekonomi di Rumah Dinas Wali Kota Yogyakarta.

Dia memperkirakan ada sekitar 210.000 bangunan di Kota Yogyakarta yang akan didatangi petugas sensus ekonomi. Data itu baik usaha maupun keluarga. Misalnya termasuk di pasar-pasar juga didata. Dia menyebut progres sensus ekonomi di Kota Yogyakarta kini sudah mencapai 6,5 persen. Ada 342 petugas sensus ekonomi yang diterjunkan melakukan pendataan di Kota Yogyakarta. Dalam melakukan sensus ekonomi petugas menggunakan perangkat teknologi.
“Pendataan ini sebagai contoh kepada masyarakat. Karena beliau Pak Wali (Kota) sebagai pemimpin di Kota Yogyakarta memberikan contoh kepada masyarakat untuk bisa menerima petugas sensus. Harapan kami masyarakat bisa melakukan TIR: Terima petugas sensus dengan sebaik-baiknya, kemudian Informasi yang diberikan adalah yang benar, dan Rahasianya terjamin. Ini tidak ada kaitannya dengan pajak dan sebagainya. Nanti data yang kami sajikan itu sifatnya adalah makro. Jadi tidak ada informasi individu,” pungkasnya.(