Tutup Tiga Jam Seminggu, Pedagang Ngasem Siap Jaga Kebersihan

Kraton,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mendorong para pedagang Pasar Ngasem untuk menghentikan aktivitas berdagang selama tiga jam setiap minggu guna melakukan kerja bakti dan membersihkan lingkungan pasar. Gagasan tersebut disampaikan saat Hasto turun langsung memimpin kegiatan pembersihan Pasar Ngasem bersama pedagang, petugas kebersihan, dan jajaran pemerintah setempat, Selasa (23/6).

Menurut Hasto, upaya menjaga kebersihan pasar tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif para pedagang. Karena itu, ia mengusulkan adanya waktu khusus setiap pekan untuk membersihkan saluran drainase, area berjualan, dan lingkungan sekitar pasar.

“Saya minta pedagang di Pasar Ngasem tutup tiga jam seminggu untuk bongkar-bongkar dan bersih-bersih,” tegasnya saat berkeliling di Pasar Ngasem.

Saat melakukan pengecekan, Hasto menemukan masih adanya sisa lemak makanan dan kotoran yang menumpuk di saluran drainase. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan bau maupun penyumbatan yang dapat mengganggu kenyamanan pengunjung.

“Jadi, kalau kita jualan terus aja nggak sempat memikirkan kebersihan lingkungannya, maka pasti lingkungannya pasti kumuh. Ini tadi saya cek buktinya, kan, banyak, sisa-sisa lemak yang ada di selokan-selokannya. Hari ini saya suruh bongkar dan dibersihkan,” ujar Hasto.

Ia menilai Pasar Ngasem memiliki posisi istimewa sebagai salah satu pusat kuliner tradisional khas Yogyakarta yang banyak dikunjungi wisatawan. Oleh karena itu, kebersihan dan kenyamanan pasar harus terus dijaga agar citra positif tersebut tetap terpelihara.

“Pasar Ngasem ini spesial karena menjual makanan tradisional khas Jogja yang banyak dicari orang. Setelah laris, harus dirawat dengan baik. Jangan sampai ada pengunjung yang masih mengeluhkan soal kebersihan,” katanya.

Selain saluran drainase, Hasto juga menyoroti pengelolaan sampah yang belum sepenuhnya terpilah. Ia meminta penanda tempat sampah dibuat lebih jelas agar pedagang dan pengunjung lebih mudah membedakan jenis sampah, seperti sisa makanan, botol plastik, dan sampah residu.

Sebagai bagian dari pengawasan, Pemerintah Kota Yogyakarta juga akan mengintensifkan pemantauan kebersihan di kawasan Pasar Ngasem. Personel Satpol PP akan diterjunkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

Hasto juga mengapresiasi kesediaan para pedagang untuk bergotong royong membersihkan lingkungan dan memberikan sentuhan agar pasar lebih indah. Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan kawasan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman.

Salah satu pedagang Sate Kronyos, Bu Ira, menyambut positif kegiatan kerja bakti tersebut. Ia mengaku senang karena pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan pasar sekaligus membantu membersihkan saluran yang selama ini berpotensi menimbulkan masalah.

“Saya sebagai pemilik usaha merasa senang sekali didukung Pak Wali Kota. Tadi gorong-gorong dibersihkan bersama-sama oleh tim kebersihan. Kami sangat berterima kasih karena lingkungan pasar jadi lebih bersih,” ungkapnya.

Ira mengatakan, salah satu catatan yang disampaikan Wali Kota adalah perlunya pembersihan saluran air secara rutin agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu, akan dilakukan penataan saluran pembuangan air dan perbaikan fasilitas pendukung agar kawasan pasar terlihat lebih rapi dan nyaman.

“Tadi juga disampaikan akan dibuatkan tempat pembuangan air yang lebih baik dan ditata supaya lebih bagus. Kami senang karena didukung dan tidak dimarahi, justru diberi solusi agar lingkungan pasar semakin bersih,” katanya.