GONDOMANAN,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menghadiri Pengajian dan Buka Bersama Puasa Tasu’a 9 Muharram dan Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Al Ikhsan Sayidan, Gondomanan, Yogyakarta, Kamis (25/6).
Dalam kesempatan tersebut, Wawan Harmawan mengungkapkan, momentum 10 Muharram tidak hanya dimaknai sebagai ibadah dan tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi saat yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim dan warga kurang mampu secara berkelanjutan.
“Pada 10 Muharram ini menjadi tempat untuk merenungi bagaimana kita membantu anak yatim. Bukan hanya membantu lalu selesai, tetapi harus berkelanjutan. Justru hal ini menjadi tantangan kita bersama,” jelas Wawan.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang berlangsung di masjid. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, sosialisasi, dan pemberdayaan masyarakat. “Masjid bukan hanya untuk tempat beribadah. Masjid kita pakai untuk tempat bersilaturahmi, bersosialisasi, dan bagaimana kita saling membantu,” katanya.
Wawan menilai upaya pengentasan kemiskinan selama ini masih perlu ditingkatkan. Karena itu, ia mendorong keterlibatan masjid dalam mendata warga yang membutuhkan, khususnya anak yatim dan keluarga kurang mampu.

Suasana Pengajian dan Buka Bersama Puasa Tasu’a 9 Muharram dan Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Al Ikhsan Sayidan, Gondomanan, Yogyakarta, Kamis (25/6).

“Kalau kita mulai dari sini, kita lakukan pencatatan siapa warga yang tidak mampu, siapa anak yatim yang membutuhkan pendampingan. Bukan hanya diberi bantuan sembako atau uang, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pendidikan dan ibunya memperoleh keterampilan usaha,” ungkapnya.
Ia meminta para pengurus RT, RW, serta aparatur wilayah untuk melakukan pendataan dan menyampaikan data tersebut kepada pemerintah agar program pemberdayaan dapat segera dijalankan. Menurut Wawan, pemberdayaan ekonomi masyarakat harus menjadi bagian dari dakwah dan aktivitas kemasyarakatan di masjid. “Bagaimana kita menghidupkan ekonomi masyarakat. Kalau ekonomi berjalan, masyarakat bahagia dan ibadah pun akan lebih khusyuk,” ungkapnya.
Sementara itu, Takmir Masjid Al Ikhsan Sayidan, Imawan Wibisono mengapresiasi komitmen yang disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta terkait pendataan warga kurang mampu dan pengembangan ekonomi masyarakat. Menurutnya, masyarakat juga harus aktif menyambut berbagai program yang ditawarkan pemerintah.

Kegiatan ini diikuti seluruh umat Masjid Al Ikhsan Sayidan.

“Kalau ada program, mari kita sambut dan kita gerakkan bersama. Bentuk kelompok-kelompok usaha dan kegiatan yang bisa dikembangkan di Sayidan. Dengan kebersamaan, insyaallah Sayidan akan menjadi wilayah yang sejahtera dan mampu mensejahterakan masyarakatnya,” ujarnya.