Beranda / Daerah / Gedangsari Menorehkan Prestasi, menjadi Kapanewon Pertama Lunas PBB Lima Tahun Berturut-turut dan Luncurkan Inisiatif Penanganan Stunting

Gedangsari Menorehkan Prestasi, menjadi Kapanewon Pertama Lunas PBB Lima Tahun Berturut-turut dan Luncurkan Inisiatif Penanganan Stunting

GUNUNGKIDUL,REDAKSI17.COM – Kapanewon Gedangsari kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir kepatuhan pajak di Kabupaten Gunungkidul. Dalam acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul, Kapanewon Gedangsari secara resmi menerima penghargaan sebagai wilayah pertama yang berhasil melunasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun anggaran 2026. Prestasi gemilang ini tercatat sebagai keberhasilan kelima kalinya secara berturut-turut bagi wilayah tersebut.

Kecepatan pelunasan pajak di Gedangsari tidak lepas dari inovasi bertajuk “Abdi Jamin Pedes” (Digitalisasi Percepatan Pajak Bumi dan Pedesaan). Melalui program ini, para Dukuh berperan aktif sebagai Agen Laku Pandai yang bekerja sama dengan Bank BPD DIY. Sistem ini memungkinkan warga melakukan pembayaran pajak langsung melalui Dukuh dengan bukti cetak seketika, sehingga prosesnya menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono, melaporkan bahwa seluruh kelurahan di Gedangsari telah melunasi kewajibannya pada bulan Mei 2026, jauh sebelum jatuh tempo pada September mendatang, “Beberapa kelurahan bahkan menunjukkan performa luar biasa, seperti Kelurahan Mertelu yang sudah lunas sejak 14 Februari 2024.” ungkap Kepala BKAD.

Selain prestasi di bidang perpajakan, acara ini juga menandai peluncuran inisiatif penanganan stunting di wilayah Gedangsari. Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto melaporkan bahwa dari total sekitar 2.300 balita yang ditimbang, teridentifikasi 360 anak masuk dalam kategori stunting, dengan 37 anak di antaranya masuk kategori ekstrem yang memerlukan penanganan prioritas.

Program penanganan ini didanai melalui semangat gotong royong, mencakup investasi dari para lurah serta kontribusi pengusaha lokal. Secara simbolis, bantuan penanganan stunting diserahkan langsung oleh Bupati kepada keluarga penerima manfaat sebagai langkah nyata menekan angka stunting di wilayah tersebut.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat, Dukuh, Lurah, dan jajaran Kapanewon Gedangsari atas kesadaran hukum dan semangat gotong royong yang tinggi.

“Sebagai bentuk “hadiah” atas kepatuhan pajak yang luar biasa, Kita akan tambah Anggaran Gotong Royong bagi kelurahan-kelurahan yang lunas lebih awal, dan diharapkan dapat dibahas pada perubahan anggaran Agustus-September mendatang.” ujar Bupati Endah.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memprioritaskan pembangunan di wilayah utara Gunungkidul, termasuk Gedangsari. Ia mengungkapkan rencana untuk mengalihkan sejumlah anggaran, termasuk anggaran pengadaan seragam senilai Rp3 miliar lebih dan anggaran mobil dinas bupati, demi mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan sektor-sektor krusial di wilayah utara.

“Prestasi ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan bukti nyata tumbuhnya rasa tanggung jawab bersama dalam membangun daerah,” pungkas Bupati dalam arahannya.

Kegiatan yang berlangsung dengan nuansa budaya Jawa ini ditutup dengan penyerahan penghargaan secara formal dan ramah tamah bersama seluruh pemangku kepentingan di Kapanewon Gedangsari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *