Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) tidak cukup hanya menghadirkan teknologi yang semakin canggih. Di DIY, pengembangannya didorong agar mampu memberikan kemudahan dan kemanfaatan nyata bagi masyarakat sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menerima kunjungan Chief Executive Officer (CEO) sekaligus President Director PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IOH) Vikram Sinha bersama jajaran di Gedhong Wilis Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (12/8). Pertemuan membahas kolaborasi strategis Universitas Gadjah Mada (UGM), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), NVIDIA, dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam pengembangan AI.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui UGM–IOH–NVIDIA AI Technology Center, yang diarahkan untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan talenta AI di Indonesia.
Sri Sultan menyambut baik rencana kolaborasi pengembangan AI bersama UGM. Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penguatan kapasitas teknologi, tetapi juga memberikan ruang bagi publik untuk mendapatkan manfaat.
“Kami mendukung, ya harapannya ini memberikan ruang. Tidak hanya sekadar UGM itu punya kemampuan, publik mendapatkan manfaat, di samping itu Indosat sendiri, tetapi juga di situ ada pemahaman bahwa dengan teknologi IT ini bisa membawa suatu perubahan dalam konteks tantangan masa depan,” tutur Sri Sultan.
Sri Sultan menekankan pentingnya tindak lanjut dari pengembangan teknologi yang dilakukan. Menurutnya, kerja sama tersebut harus menghasilkan manfaat nyata dan tidak berhenti pada tahap pengembangan.
“Jadi, apa yang selama ini kita kembangkan berarti ada tindak lanjut, tidak stuck atau berhenti. Yang penting memberikan kemudahan dan kemanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sri Sultan juga mengingatkan agar perkembangan teknologi tetap menempatkan manusia sebagai pengendali. ” Yang penting jangan dikuasai oleh alat, kita tetap ada pada manusia itu sendiri yang bisa mengendalikan. Jika tidak, kita ketinggalan,” tandas Sri Sultan.
CEO sekaligus President Director PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk Vikram Sinha mengatakan, kunjungannya bersama jajaran IOH sekaligus untuk meminta arahan Gubernur DIY terkait pengembangan pusat AI tersebut.
“Pada hari ini kami mendapatkan arahan dan restu dari Pak Gubernur. Maka kami lebih confident atau percaya diri lagi untuk melanjutkan program ini ke depannya,” kata Vikram.
Menurut Vikram, DIY dipilih karena memiliki ekosistem pendidikan dan riset yang kuat serta hubungan kolaborasi yang baik antara profesor, dosen, dan mahasiswa. Persiapan program tersebut telah dilakukan sekitar satu tahun dengan melibatkan UGM, Indosat, NVIDIA, Komdigi, serta sejumlah pihak terkait.
UGM–IOH–NVIDIA AI Technology Center akan diluncurkan Kamis (13/8) pukul 09.30–12.00 WIB di Student Center, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK UGM). Program tersebut merupakan kolaborasi strategis untuk memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan talenta AI di Indonesia.
Kolaborasi tersebut juga diarahkan pada pengembangan kapasitas teknologi dan riset AI. Salah satu fokusnya adalah multimodal AI untuk sektor pertanian. Pemanfaatan AI juga diharapkan mendukung kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan dan kebencanaan.
Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan didampingi Asisten Sekda DIY Bidang Administrasi Umum Imam Pratanadi, Kepala DPMPTSP DIY Ghofar Ismail, dan Kepala Dinas Kominfo DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho. Dari IOH hadir Komisaris Utama Nezar Patria dan sejumlah jajaran pimpinan lainnya.
“Yang penting jangan dikuasai oleh alat, kita tetap ada pada manusia itu sendiri yang bisa mengendalikan,” tandas Sri Sultan.
Humas Pemda DIY





