Beranda / Nasional Dan Internasional / Iran Tolak Temui Menantu Trump, Harga Minyak Naik Tipis

Iran Tolak Temui Menantu Trump, Harga Minyak Naik Tipis

 

LondonREDAKSI17.COM– Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Rabu (1/7/2026) seiring meningkatnya kekhawatiran pasar setelah Iran dipastikan tidak akan menggelar pertemuan langsung dengan utusan Amerika Serikat (AS).

Kondisi tersebut memunculkan keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata sementara yang mengakhiri konflik selama empat bulan.

Harga minyak Brent naik 50 sen atau 0,69% menjadi US$ 73,45 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 63 sen atau 0,91% ke level US$ 70,13 per barel.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengirim menantu Trump, Jared Kushner, bersama utusan khusus Steve Witkoff ke Doha untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi. Namun, Iran dan Qatar menyatakan kedua pejabat AS tersebut hanya akan bertemu dengan mediator, bukan dengan perwakilan Iran secara langsung.

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani menjadi salah satu pihak yang dijadwalkan bertemu dengan Kushner dan Witkoff.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran baru di pasar energi setelah sebelumnya muncul optimisme terhadap berakhirnya konflik di Timur Tengah.

Sepanjang kuartal II 2026, harga minyak Brent tercatat turun sekitar US$ 45 per barel. Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak krisis keuangan global 2008.

Sementara itu, harga minyak mentah WTI melemah sekitar US$ 31 per barel sepanjang kuartal II 2026, menjadi penurunan kuartalan terbesar sejak pandemi Covid-19 pada 2020.

Pelemahan harga minyak terjadi setelah adanya kemajuan menuju penghentian konflik di Timur Tengah sehingga menghapus sebagian lonjakan harga yang sebelumnya dipicu oleh perang.

Survei Reuters juga menunjukkan analis memangkas proyeksi harga minyak 2026 untuk pertama kalinya sejak perang Iran dimulai. Revisi tersebut didorong kembali dibukanya Selat Hormuz sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global mulai mereda.

Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan Iran tidak akan diizinkan mengenakan tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

“Situasi ini tidak akan berakhir dengan Iran memungut biaya dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz,” kata Vance dilansir dari Reuters.

Ia juga menyebut arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz telah kembali ke tingkat sebelum konflik.

Pada sisi lain, data American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS kembali turun pada pekan lalu.

Stok minyak mentah dilaporkan berkurang sekitar 6,1 juta barel pada pekan yang berakhir 26 Juni 2026. Persediaan bensin juga mengalami penurunan.

Pelaku pasar kini menantikan data resmi persediaan minyak AS dari Energy Information Administration (EIA) yang dijadwalkan dirilis pada Rabu (1/7/2026) waktu setempat sebagai petunjuk terbaru mengenai kondisi pasokan minyak di negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *