Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melanjutkan proyek rekonstruksi jalan ruas Prangkokan-Kebonharjo di Kapanewon Samigaluh, sebagai langkah strategis membuka aksesibilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Perbukitan Menoreh.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan di Kulon Progo, Rabu, mengatakan bahwa infrastruktur jalan merupakan urat nadi utama bagi mobilitas warga dan distribusi hasil bumi di wilayah pegunungan.

“Jalan menjadi sangat penting. Jika akses tidak lancar, mobilitas warga untuk beraktivitas akan terhambat. Kami hadir untuk memastikan akses ini menjadi lebih baik agar ekonomi masyarakat semakin meningkat,” kata Agung.

Proyek yang masuk dalam subkegiatan pemanfaatan ruang strategis Perbukitan Menoreh Tahun Anggaran 2026 itu, menurut dia, merupakan kelanjutan dari pembangunan tahap pertama pada 2025 dengan total panjang 1.434 meter.

Keberhasilan proyek tersebut, lanjutnya, mencerminkan semangat gotong royong yang kuat. Warga secara sukarela merelakan sebagian tanah, bangunan, hingga tanaman mereka terdampak pelebaran jalan tanpa menuntut ganti rugi materiil.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Kulon Progo menjamin kepastian hukum atas sisa lahan milik warga melalui percepatan proses sertifikasi ulang di ATR/BPN tanpa dipungut biaya.

“Pemerintah memastikan sertifikat perubahan Bapak/Ibu diganti dengan baik. Ini adalah bentuk apresiasi kami atas keikhlasan warga,” kata Agung.

Lurah Kebonharjo Sugimo mengapresiasi sinergi antara pemerintah dan warga yang dinilai sangat tepat sasaran. Ia mencatat bahwa di wilayahnya, setidaknya enam ruas jalan kabupaten telah dinyatakan clear berkat kerja sama yang baik.

“Masyarakat merelakan tanahnya untuk kepentingan umum, dan kami difasilitasi dalam pengurusan sertifikatnya hingga kembali kepada warga. Ini sangat membantu,” kata Sugimo.

Selain menuntaskan infrastruktur, warga juga berharap pelibatan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan di lapangan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Melalui sinergi lintas pihak, rekonstruksi jalan Prangkokan-Kebonharjo ditargetkan tuntas pada 2026. Peningkatan kualitas infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya melancarkan arus distribusi barang dan jasa, tetapi juga memperkuat konektivitas kawasan Menoreh yang menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi Kulon Progo.