Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Badan Otorita Borobudur (BOB) mempercepat penyelesaian pembangunan akses jalan penghubung kawasan wisata Plono menuju Nglinggo guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di kawasan perbukitan Menoreh.

Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan di Kulon Progo, Selasa, menegaskan bahwa proyek infrastruktur ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengoptimalkan potensi sektor pariwisata sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

“Harapan saya, dengan akses yang lebih baik ini, dunia pariwisata berkembang pesat. Wisatawan domestik maupun mancanegara dapat dengan mudah menjangkau Kulon Progo, sehingga perekonomian masyarakat sekitar akan terangkat,” ujar Agung.

Proyek pembangunan jalan ini merupakan kelanjutan dari pengerjaan tahap pertama sepanjang 1 kilometer yang telah rampung pada awal 2025. Saat ini, pemerintah menargetkan penyelesaian sisa ruas jalan sepanjang 2,47 kilometer dari total panjang rencana 3,47 kilometer.

Pengerjaan ini dilakukan melalui sinergi lintas instansi yang melibatkan Pemkab Kulon Progo, BOB, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pelaksana tugas Direktur Utama BOB Yusuf Hartanto mengapresiasi kolaborasi tersebut dan menilai realisasi 1 kilometer jalan sebelumnya telah terbukti berdampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, terutama pada akhir pekan.

“Kami yakin jika jalur ini tuntas hingga ke atas, wisatawan akan semakin nyaman menikmati keindahan Bukit Menoreh. Ini akan membuka potensi ekosistem pariwisata yang lebih luas di kawasan Nglinggo,” kata Yusuf.

Terkait teknis pelaksanaan, pihak Satker PJN DIY terus mengupayakan percepatan proses, termasuk penyelesaian pembangunan jembatan sepanjang 54 meter yang menghubungkan wilayah DIY dengan Jawa Tengah. Pihak terkait menargetkan seluruh pekerjaan dapat terealisasi pada triwulan ketiga atau keempat tahun 2026.

Meskipun masih terdapat proses pembebasan lahan yang berjalan, pemerintah memastikan komitmen untuk menuntaskan proyek ini tetap menjadi prioritas.

Sebagai langkah pendukung, Pemkab Kulon Progo saat ini tengah aktif melakukan pembinaan terhadap kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan pengelola destinasi setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan prima guna menyambut lonjakan kunjungan wisatawan pasca-selesainya infrastruktur jalan tersebut.

Jalur Plono-Nglinggo diproyeksikan menjadi urat nadi pariwisata baru yang tidak hanya memudahkan mobilitas wisatawan, tetapi juga memperkuat konektivitas antardaerah dalam mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional.