Foto: Momen Prabowo dan Jokowi saling hormat di Hari Bhayangkara Ke-80 (dok. YouTube Setpres)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Momen menarik perhatian tercipta saat Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bertemu di upacara HUT ke-80 Polri atau Hari Bhayangkara. Berbeda dengan tamu lain, Prabowo dan Jokowi kompak saling hormat saat keduanya berpapasan.
Upacara Hari Bhayangkara ke-80 digelar di Pusat Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Selain Jokowi, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla juga menghadiri acara tersebut.
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat tiba di Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Latsat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026). (YouTube Sekretariat Presiden)
Mulanya, Prabowo menyalami satu per satu tamu yang hadir setibanya di lokasi. Prabowo turut menyalami istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid, yang duduk di samping Jokowi.
Saat giliran menyapa Jokowi, Prabowo memberi hormat dan langsung dibalas sikap hormat yang sama oleh Jokowi. Keduanya kemudian bersalaman.
Lalu Prabowo lanjut berjalan menyalami tamu lainnya. Di antaranya Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin hingga Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.
Setelah itu, Prabowo menuju kursi yang telah disiapkan di panggung utama. Prabowo tampak duduk bersebelahan dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga terlihat duduk sejajar dengan Prabowo.
Di acara, hadir sejumlah anggota Kabinet Merah Putih. Di antaranya Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menko Bidang PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan pesan hingga apresiasi kepada Polri. Prabowo menekankan pentingnya kepercayaan rakyat kepada Polri.
“Pertama, jagalah kepercayaan rakyat, karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo juga berpesan agar Polri terus mendekatkan diri dengan rakyat dan melindungi rakyat.
“Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat, karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat,” jelasnya.
Sebagai aparat penegak hukum, Polri diminta untuk menegakkan hukum seadil-adilnya dan membela kaum yang lemah.
“Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok mana pun,” ujar Prabowo.
“Tidak boleh ada kriminalisasi. Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang. Dan tidak boleh ada siapa pun yang kebal terhadap hukum,” sambungnya.
Prabowo pun menyampaikan apresiasinya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Prabowo mengungkit Polri yang terus berbenah dan meningkatkan profesionalisme.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Kapolri beserta seluruh jajarannya yang terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan profesionalisme, meningkatkan disiplin, memperkuat pelayanan publik dan membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa,” kata Prabowo.





