Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Budi Santosa Asrori resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta definitif setelah melalui proses seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Grha Pandawa Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Rabu (8/7). Hasto berharap kepemimpinan baru di birokrasi mampu menghadirkan terobosan, inovasi, serta memperkuat kualitas pelayanan publik.
Prosesi pelantikan disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah DIY Hary Setiawan. Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyampaikan apresiasi kepada Dedi Budiono yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Yogyakarta hingga proses seleksi selesai.
“Terima kasih kepada Pak Dedi yang telah mengemban tugas sebagai Plt Sekda Kota Yogyakarta selama beberapa waktu. Banyak hal yang telah dilakukan dan tentu sangat berguna dalam menjaga pelayanan publik di Kota Yogyakarta,” ujar Hasto.

Sekda DIY Ni Made Dwipanti menjadi saksi pelantikan
Menurut Hasto, jabatan Sekda merupakan posisi yang sangat strategis karena menjadi representasi tertinggi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Seorang Sekda tidak hanya bertugas mengoordinasikan perangkat daerah, tetapi juga menjadi penggerak reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Jabatan Sekretaris Daerah menjadi jabatan yang sangat strategis. Sekretaris Daerah lahir dari perut birokrasi. Kalau saya dan Pak Wakil lahir dari perut demokrasi. Kita lahir dari tempat yang berbeda, tetapi bekerja untuk tujuan yang sama, yaitu melayani masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, pemilihan Budi Santosa Asrori sebagai Sekda merupakan hasil proses seleksi yang mempertimbangkan rekam jejak, pengalaman, kompetensi, dan senioritas selama berkarier di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Panitia seleksi tentu mempunyai penilaian. Namun kami juga melihat track record, senioritas, serta pengalaman panjang beliau di birokrasi. Pengalaman memimpin Dinas Pendidikan menjadi bekal penting karena mengelola hampir separuh ASN Kota Yogyakarta yang berprofesi sebagai guru. Roadmap beliau dalam memimpin ASN sudah cukup matang,” jelas Hasto.
Meski demikian, Hasto menegaskan jabatan baru tersebut harus menjadi momentum menghadirkan perubahan dalam birokrasi. Ia meminta Sekda tidak terjebak pada pola kerja rutin dan mampu melahirkan berbagai terobosan.
“Saya meminta Pak Budi jangan berada di zona nyaman. Harus gumregah, harus bangkit. Tidak bisa business as usual atau seperti biasanya. Harus ada terobosan, harus ada inovasi,” tegasnya.

Suasana pelantikan
Menurut Hasto, pengalaman Budi yang tumbuh dan berkarier di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta menjadi keunggulan tersendiri dalam memimpin birokrasi karena memahami karakter organisasi maupun aparatur sipil negara (ASN).
“Beliau sudah lama berkarier di sini, sangat memahami kondisi lapangan, memahami situasi, dan memahami karakter teman-teman PNS. Harapan saya, ketika membawa inovasi akan lebih mudah diterima karena berasal dari birokrasi Kota Yogyakarta sendiri,” ujarnya.
Selain mendorong inovasi, Hasto juga berpesan agar Sekda menjadi sosok pemimpin yang dekat dengan seluruh ASN.
“Kalau jadi pejabat itu harus hands-on. Jangan menjadi playing like captain, hanya mengatur tetapi tidak ikut bekerja. Sekda harus menjadi pengasuh seluruh ASN, jangan menjaga jarak dengan pegawai,” pesannya.

Mantan Plt Sekda Kota Yogya Dedi Budiono turut serta hadir dalam pelantikan sekda baru
Hasto juga mengingatkan bahwa Sekda memiliki tanggung jawab besar mengawal pelaksanaan RPJMD Kota Yogyakarta Tahun 2025–2029 sekaligus memimpin Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar seluruh program prioritas pemerintah daerah dapat berjalan selaras dengan kebijakan Pemerintah DIY maupun pemerintah pusat.
Ia berharap seluruh perangkat daerah terus memperkuat kolaborasi melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan secara parsial. ASN harus menjadi agent of change yang membawa energi baru dan inovasi pelayanan publik. Kolaborasi menjadi kunci agar Kota Yogyakarta semakin maju,” katanya.

Pelantikan Sekretaris Daerah Kota Yogya, Budi Santosa Asrori
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori menyatakan pelantikan tersebut menjadi amanah besar untuk mengawal visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota melalui tata kelola pemerintahan yang baik.
“Ini merupakan tanggung jawab saya untuk menjalankan tugas sebagaimana yang telah disampaikan Bapak Wali Kota. Kami akan melaksanakan visi dan misi yang telah ditetapkan dalam RPJMD sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Budi.
Ia menilai keberhasilan pembangunan Kota Yogyakarta hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, hingga komunitas.
“Kita harus bergotong royong membangun Kota Yogyakarta menjadi kota yang adil, makmur, sejahtera, lestari, dan berkeadaban,” ujarnya.
Sebagai langkah awal setelah dilantik, Budi menyebut fokus utama adalah mengawal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 serta pembahasan perubahan anggaran agar seluruh program prioritas Pemerintah Kota Yogyakarta dapat segera direalisasikan.
“Saat ini fokus pada penyusunan RKPD Tahun 2027 dan perubahan anggaran. Tujuannya agar seluruh program Bapak Wali Kota dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan anggaran yang sedang dibahas bersama DPRD Kota Yogyakarta,” jelasnya.


