
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul secara resmi meluncurkan program Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) tahun 2026 yang bertempat di Ruang Handayani, Kantor Sekretariat Daerah Gunungkidul, Kamis (16/7/2026) Agenda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat gotong-royong masyarakat untuk mendukung berbagai aksi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam arahannya menekankan bahwa PMI merupakan garda terdepan dalam misi kemanusiaan, mulai dari penanganan bencana hingga pemenuhan kebutuhan darah. Bupati mengutip semangat perjuangan dari buku Indonesia Menggugat karya Bung Karno, yang menekankan pentingnya kerja keras bersama atau “bantu-binantu” demi kepentingan umum.
“Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama,” ujar Bupati Endah. Ia juga mengapresiasi karakter warga Gunungkidul yang memiliki budaya gotong-royong sangat kental, terbukti dari keberhasilan penggalangan dana tahun sebelumnya yang melampaui target.
Wakil Bupati Gunungkidul yang sekaligus Ketua Panitia Bulan Dana PMI 2026, Joko Parwoto, melaporkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini akan berlangsung selama tiga bulan, terhitung sejak 1 Juli hingga 30 September 2026. Target pengumpulan dana tahun ini ditargetkan sebesar Rp600 juta.
Secara legal, kegiatan ini didasarkan pada Keputusan Bupati Gunung Kidul Nomor 177/KPTS/2026 dan Nomor 14/KPTS/2026, “Adapun sasaran sumbangan mencakup pejabat, PNS, TNI, Polri, hingga masyarakat umum. Secara khusus, Kita juga meminta para Panewu untuk mengoptimalkan sumbangan dari kepala keluarga di wilayah masing-masing untuk mendukung tugas lapangan.” ujar Joko Parwoto.
Masyarakat dapat menyalurkan donasi melalui rekening resmi di Bank BPD DIY Cabang Wonosari atau Kapanewon dengan nomor rekening 00211 001186.
Transparansi dan Audit Keuangan
Pemerintah Kabupaten memberikan perhatian serius pada aspek akuntabilitas. Bupati Endah Subekti meminta adanya audit terhadap dana yang terkumpul karena merupakan uang masyarakat. Bupati juga mengingatkan pentingnya mekanisme yang sah agar tidak terjadi kesalahan administratif, termasuk dalam rencana melibatkan wisatawan sebagai donatur melalui koordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri untuk memastikan regulasi yang tepat.
“Jangan sampai kepercayaan publik menurun karena penggunaan yang tidak transparan. Setiap rupiah yang disumbangkan adalah harapan bagi mereka yang kesulitan,” tegas Bupati.
Ketua PMI Kabupaten Gunungkidul, Sunyoto, menjelaskan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan kemanusiaan, “Dana tersebut akan digunakan untuk Penunjang pelayanan donor darah, Bantuan tanggap darurat bencana, dan Layanan kesehatan darurat dan non-darurat serta Pelatihan relawan dan kegiatan sosial lainnya.” kata Bupati.
Acara ditutup dengan harapan agar kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat mensukseskan Bulan Dana PMI 2026 demi mewujudkan visi kemanusiaan di Bumi Handayani.



