JAKARTA,REDAKSI17.COM – Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyelenggarakan Forum Konsultasi Nasional (FKN) MPW-MPP sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antara MPP dan Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) se-Indonesia. Forum ini menjadi momentum konsolidasi untuk menyamakan arah kebijakan, memperkuat implementasi Konsepsi Dasar Partai, serta mempersiapkan strategi menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Komisi SDM, Organisasi, dan Kewilayahan MPP PKS, Hermanto, menegaskan bahwa FKN MPW-MPP merupakan amanat AD/ART dan Pedoman Partai guna menyelaraskan pemahaman terhadap Konsepsi Dasar Partai, Platform Kebijakan Pembangunan, Garis-Garis Besar Kebijakan Partai (GBKP), serta Rencana Strategis (Renstra) sesuai karakteristik masing-masing daerah.
Forum dibuka dengan arahan Presiden PKS Almuzammil Yusuf dan Ketua MPP PKS Mulyanto. Presiden PKS menekankan pentingnya kemampuan membaca dinamika global hingga lokal agar PKS tetap adaptif dan kompetitif. Sementara itu, Ketua MPP menegaskan bahwa keberhasilan PKS pada Pemilu 2029 sangat bergantung pada kuatnya sinergi pusat dan wilayah dalam mengimplementasikan Konsepsi Dasar Partai secara konsisten.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, FKN MPW-MPP kali ini mengedepankan pendekatan konsultatif. Sebanyak 37 MPW mempresentasikan konsepsi pembangunan wilayah, memetakan potensi, tantangan, dan strategi berdasarkan analisis SWOT sebagai dasar penguatan organisasi, kaderisasi, dan pemenangan politik di daerah.
FKN MPW-MPP menghasilkan kesamaan perspektif antara pusat dan wilayah sekaligus memperkuat keterkaitan Konsepsi Dasar Partai dengan strategi kaderisasi dan pemenangan pemilu. Hasil forum ini menjadi fondasi penting bagi konsolidasi nasional PKS dalam membangun organisasi yang semakin solid, adaptif, dan terintegrasi menuju Pemilu 2029.
“Melalui FKN MPW-MPP, PKS mempertegas komitmen membangun sinergi yang kokoh antara pusat dan wilayah sebagai modal utama menghadirkan strategi pemenangan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Hermanto.



