Gunungkidul,REDAKSI17.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menegaskan komitmennya untuk mengentaskan permasalahan air di musim kemarau melalui perluasan jaringan air bersih serta penyaluran program Sambungan Rumah (SR) Bersubsidi PDAM Tirta Handayani. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam acara Temu Warga Penerima Manfaat Sambungan Rumah Bersubsidi di Padukuhan Slawu, Kalurahan Pucanganom, Kapanewon Rongkop, pada Senin (14/9/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menekankan bahwa program subsidi ini merupakan bagian dari langkah nyata penanggulangan bencana hidrometeorologi dan penanganan kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. Bupati menyampaikan bahwa wilayah yang berada dekat dengan sumber air dan jaringan utama seperti Briben dan Seropan menjadi prioritas utama penanganan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat setempat.
“Sehingga justru wilayah yang dekat dengan sumber airnya dan jaringannya yang kita prioritaskan untuk mengurangi problem air di musim kemarau,” ujar Bupati Endah.
Guna menanggulangi masalah kemarau panjang secara berkelanjutan, Bupati menyampaikan rencana pembangunan jaringan perpipaan baru di kawasan Sindon yang dijadwalkan mulai dibangun pada Oktober 2026 mendatang. Proyek infrastruktur tersebut merupakan hasil diplomasi intensif antara jajaran Pemkab dan PDAM bersama Balai Besar serta Dirjen terkait dengan perkiraan alokasi anggaran mencapai Rp5 hingga Rp6 miliar.
“Alhamdulillah kemarin diplomasi dari Pak Dirut yang ke Jakarta bersama Balai Besar dan Pak Dirjen juga sudah ke lokasi, nanti akan dibangun di Sindon kurang lebih bulan Oktober. Akan ada pembangunan sambungan air lagi yang anggarannya 5 sampai 6 miliar, dan mudah-mudahan bisa sedikit demi sedikit mengurangi problem kemarau panjang dan problem air bersih di kabupaten,” ungkap Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Gunungkidul bersama PDAM Tirta Handayani merealisasikan program 1.000 SR Bersubsidi pada tahun 2026 dengan memanfaatkan sisa dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) tahun 2025 sebesar Rp1 miliar. Melalui subsidi ini, biaya penyambungan baru bagi warga kurang mampu dipotong dari tarif normal Rp2.000.000 menjadi hanya Rp560.000 per kepala keluarga.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Sulistyo Aribowo, menjelaskan bahwa kuota 1.000 SR bersubsidi dialokasikan ke empat wilayah cabang, yakni Cabang Briben sebanyak 396 SR, Cabang Baron sebanyak 362 SR, Cabang Seropan sebanyak 22 SR, dan Cabang Wonosari sebanyak 20 SR. Selain itu, dalam momentum Hari Pelanggan Nasional, PDAM Tirta Handayani juga memberikan 8 sambungan rumah secara gratis bagi masyarakat kurang mampu serta tempat ibadah dan fasilitas umum, ditambah penyaluran 245 bingkisan bagi pelanggan yang tertib membayar.
Sementara itu, Lurah Pucanganom, Surawan, mengapresiasi perhatian Pemkab Gunungkidul dan PDAM Tirta Handayani terhadap kebutuhan air bersih warga Pucanganom yang mencakup 12 padukuhan dari aliran Briben dan Seropan. Khusus di Kalurahan Pucanganom, tercatat sebanyak 96 keluarga telah terdaftar sebagai penerima manfaat program SR bersubsidi. Surawan menyampaikan bahwa terpenuhinya kebutuhan air ini membuat pemerintah kalurahan dan warga merasa nyaman dan tenang saat menghadapi musim kemarau.


